Sukses Belajar di Perguruan Tinggi

Belajar di PT berbeda dengan di SMA. Agar bisa sukses anda harus mengatur strategi dalam belajar. Bagaimana caranya…? Ikuti penjelasan di bawah ini, namun sebelum itu pemahaman anda tentang SKS, KRS dan IP perlu disegarkan lagi.

Sistim SKS

Kurikulum dan sistim pembelajaran di PT umumnya menggunakan SKS (Satuan Kredit Semester) penuh. Matakuliah yang materinya banyak dan tingkat kesulitannya tinggi diberi bobot SKS besar, demikian juga sebaliknya. Setiap semester total SKS jarang melebihi 20 SKS. Semua sudah diatur dan direncanakan matang oleh para dosen, pakar pendidikan, dan stake holder dan hasilnya seperti tertuang dalam kurikulum_2007_mesin-undip.

Lalu apa makna SKS itu ? Bobot 1 SKS setara dengan 3 jam. Perinciannya 1 jam untuk kuliah atau tatap muka di kelas, dan 2 jam yang lain untuk belajar sendiri dan kelompok (termasuk untuk mengerjakan tugas-tugas). Misalnya suatu matakuliah diberi bobot 3 SKS, itu artinya anda wajib kuliah 3 jam serta belajar sendiri dan kelompok sebanyak 6 jam  setiap minggunya. Jika di suatu semester anda mengisi di KRS (Kartu Rencana Studi) sebanyak 20 SKS, berarti anda harus menyisihkan waktu 20 jam untuk kuliah dan 40 jam untuk belajar setiap minggunya. Jadi totalnya 60 jam perminggu…! Sekarang terbayang sudah berapa banyak waktu anda yang tersisa untuk santai, makan, jeng-jeng, futsal, nyuci dan setrika pakaian, pacaran, dan lain-lain.

Pengisian KRS

Setiap awal semester semua mahasiswa wajib mengisi KRS. KRS berisi rencana matakuliah  yang akan anda ikuti di semester tersebut. Bagi mahasiswa baru (di semester I–II) jenis dan jumlah matakuliah biasanya sama, mirip seperti di SMA. Di semester berikutnya bisa berbeda tergantung perolehan IPS (Indeks Prestasi Semester) sebelumnya. Misalnya seorang mahasiswa berhasil meraih IPS = 3, maka dia berhak mengambil 24 SKS. Karena jumlah SKS di semester yang akan diikuti hanya 20 SKS, maka dia berhak mengambil 4 SKS di semester berikutnya. Jika ini terjadi di seluruh semester sangat dimungkinkan mahasiswa yang bersangkutan lulus sarjana lebih cepat dan meraih predikat cum–laude. Perhatikan disini letak perbedaan lulus cepat antara di PT dan di SMA pada kelas Akselerasi maupun kelas Reguler.

Di artikel sebelumnya Belajar di PT berbeda dengan di SMA saya juga menulis bahwa mahasiswa 1 angkatan tidak selalu selamanya 1 kelas. Uraian ini setidaknya memperjelas mengapa itu bisa terjadi, dimana seorang mahasiswa bisa saja di suatu semester dia mengambil matakuliah di semester berikutnya atau bahkan di bawahnya karena mengulang atau perbaikan.

Setiap mahasiswa dalam merencanakan jenis dan jumlah matakuliah yang akan diambil dibantu oleh seorang “dosen wali”. Dosen wali inilah yang akan membantu mahasiswa menjelaskan jumlah SKS maksimal yang boleh diambil, menyarankan matakuliah apa saja yang sebaiknya diambil, tingkat kesulitan matakuliah yang akan diikuti, dan membantu merencanakan meraih kesuksesan dalam belajar. Sekali lagi…, ini perbedaan mendasar antara belajar di PT dengan di SMA. Kalau di SMA semuanya paket, di PT anda “harus bisa mandiri dan merencanakan keberhasilan anda sendiri”.

Indeks Prestasi

Keberhasilan studi di PT salah satunya diukur dengan IP, baik IPS maupun IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Petunjuk perhitungan IP ini dapat anda lihat di Buku PERAK Fakultas/Universitas (Perak: Peraturan Akademik). Sudahkah anda memiliki Buku tersebut ? Buku ini sebaiknya anda miliki karena disitu tercantum hak-hak dan kewajiban anda sebagai mahasiswa.

Baiklah saya akan tuliskan disini cara menghitung IP agar keseluruhan isi artikel ini dapat anda pahami secara utuh.

Nilai yang dimaksud di sini adalah dalam bentuk “indeks nilai” yaitu A = 4, B = 3, C = 2, D = 1 dan E = 0. Contoh perhitungan IPS dapat anda lihat di sini Contoh Perhitungan IPS.

 

Ok…!, pasti sekarang anda sudah paham kalau di suatu semester anda mengambil 20 SKS dan nilai seluruhnya B, maka IPS anda = 3. Jika 1 saja mata kuliah nilainya A, maka IPS anda > 3. Sebaliknya jika terdapat 1 mata kuliah nilainya C, maka IPS anda < 3. Lihat di sini…!, betapa pentingnya anda memahami kalkulasi IP ini dalam merencanakan kesuksesan belajar di PT.

Ukuran sukses belajar di PT

Sukses belajar di PT diukur terutama dari perolehan IPS, bukan IPK. Mengapa demikian ? IPK hanya mencantumkan seluruh mata kuliah yang telah anda ikuti yang nilainya ≥ C, mata kuliah yang nilainya D apalagi E tidak dimasukkan. Sehingga seringkali IPS anda rendah saat ini, tetapi IPK-nya bisa tinggi.

Ukuran kesuksesan yang lain adalah jumlah SKS (atau jumlah mata kuliah) yang telah anda ikuti dan lulus. Lihat di sini…! kalau anda terlalu sering melakukan “perbaikan” apalagi “mengulang”, nilai-nilai mata kuliah anda mungkin saja jadi lebih baik; IPK-nya juga meningkat; tetapi waktu studi anda jadi lebih panjang. Pacar anda sudah lulus dan bekerja, anda masih berstatus sebagai mahasiswa “abadi”.

Penting untuk diperhatikan…! Beberapa PT bahkan sudah mengatur evaluasi studi mahasiswa tiap 2 dan/atau 4 semester berdasar pada perolehan IPK dan SKS, yang dikukuhkan melalui SK Rektor. Misalnya pada periode evaluasi 4 semester, jika perolehan IPK < 2 dan SKS < 30, maka anda mendapat status “RAWAN DO”. Bentuk dan bunyi peraturan serta batas nilai kuantitatifnya bisa berbeda tiap PT, yang bisa anda lihat di Buku PERAK.

Ukuran kesuksesan yang tidak kalah penting adalah pemahaman terhadap seluruh materi setiap mata kuliah yang telah anda ikuti. Ingat…! di artikel sebelumnya “Belajar di PT berbeda dengan di SMA” telah saya tulis bahwa umumnya belajar di PT adalah merupakan tujuan akhir pendidikan. Itu artinya ilmu yang anda ikuti di PT sangat diharapkan bisa menjadi bekal utama anda dalam bekerja. Kalau “sekedar ingin lulus” tetapi pemahaman anda terhadap seluruh materi setiap mata kuliah yang telah anda ikuti sangat rendah, bagaimana nantinya anda bisa bekerja dengan baik…? Perhatikan kata-kata saya “sekedar ingin…”, karena sekedar ingin inilah banyak mahasiswa melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencontek, menyuap, menteror, mengancam, dan lain-lain.

Ukuran sukses lainnya adalah masa studi. Kalau setiap semester anda sukses seluruh mata kuliah dan meraih nilai minimal B, dijamin lulus tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat. Jangan main-main dengan masa studi…! Lamanya waktu studi sekarang juga dimasukkan sebagai syarat penerimaan calon karyawan, selain IPK. Lamanya waktu studi juga berkaitan dengan menurunnya semangat belajar,  hasil survey saya menunjukkan mahasiswa yang mengulang berkali-kali atau perbaikan prestasinya justru lebih buruk daripada yang masih fresh from the oven. Jadi alih-alih memperbaiki nilai agar lebih bagus, malah hasilnya sering lebih buruk karena tidak serius belajar (nggampangke), dan terancam menjadi mahasiswa abadi.

Di artikel pertama ini sengaja saya tidak mencantumkan secara spesifik angka-angka kuantitatif sebagai tolok ukur kesuksesan, karena setiap mahasiswa punya keterbatasan sendiri-sendiri. Tetapi batas atasnya (“ukuran terbaik”) harus diketahui, yaitu lulus tepat waktu 4 tahun untuk Program S–1 dengan 8 semester dan IPK = 4.0 yang berarti semua nilai mata kuliah termasuk Tugas Akhir harus “A”.

Ok…! Sekarang anda sudah bisa mulai merencanakan tingkat kesuksesan seperti apa yang anda harapkan, dan saya akan menuntun untuk meraihnya. Untuk itu baca artikel saya berikutnya di Merencanakan strategi belajar di PT.

April 14, 2010 at 9:25 pm 3 comments

Belajar di PT berbeda dengan di SMA

Banyak perbedaan (situasi) belajar di Perguruan Tinggi bila dibandingkan dengan di SMA, setidaknya pada beberapa hal seperti tertulis di bawah ini :

  1. Di SMA pelajaran dimulai dan berakhir pada jam yang sama. Bahkan awal masuk, istirahat dan pulang juga pada jam yang sama.
  2. Di SMA harus pakai pakaian seragam.
  3. Tidak mengenal “tidak lulus” satu atau lebih mata pelajaran tertentu, yang ada “tidak naik kelas”.
  4. Siswa di SMA biasanya hanya dianjurkan membaca/memiliki 1 buku referensi untuk setiap mata pelajaran.
  5. Seluruh referensi mata pelajaran di SMA ditulis/dicetak dalam Bahasa Indonesia, kecuali pelajaran Bahasa Asing.
  6. Sistim pembelajaran di SMA umumnya diarahkan untuk menjawab soal-soal. Itu sebabnya buku-buku referensi yang digunakan umumnya “miskin teori”, “miskin penjelasan”, “miskin gambar-gambar ilustrasi”, dan jumlah halamannya sedikit.
  7. Jumlah mata pelajaran di SMA setiap semester lebih banyak.
  8. Jumlah dan jenis mata pelajaran per-semester yang diambil/diikuti seluruh siswa tiap angkatan sama. Di PT bisa berbeda, tergantung perolehan IP semester yang lalu atau karena mengulang dan/atau perbaikan.
  9. Jumlah materi yang dibahas setiap mata pelajaran di PT jauh lebih banyak dan rumit dibandingkan di SMA.
  10. Kebanyakan guru di SMA menjelaskan secara detil setiap materi pelajaran di kelas, sedangkan dosen di PT lebih bersifat sebagai “motivator”.
  11. Di SMA pada saat jam pelajaran tidak ada siswa berkeliaran di luar kelas. Suasananya “hening” di luar kelas sehingga siswa bisa lebih fokus dalam belajar.
  12. Di SMA jauh lebih disiplin, baik guru maupun siswa, dibandingkan di PT. Dosen hadir mengajar tidak tepat waktu, lama mengajar kurang dari jatah waktu yang ditentukan atau bahkan mangkir mengajar sudah biasa di PT di Indonesia.
  13. Kebanyakan mahasiswa tinggal tidak bersama ortu-nya (atau kost) dan harus mengatur segalanya sendiri mulai kapan tidur dan bangun, olah raga, jeng-jeng, makan, belajar sendiri maupun kelompok, bersantai, nyuci dan setrika pakaian, pacaran, hingga mengelola keuangan.
  14. Belajar di SMA umumnya bukanlah tujuan akhir pendidikan, sementara setelah lulus PT harapannya bisa langsung kerja.
  15. Di SMA ada ujian nasional, di PT tidak ada.
  16. Lulus SMA umumnya bareng-bareng, di PT lulus sarjananya bisa berbeda waktunya.
  17. Dan masih banyak lagi.

Dari uraian di atas nampak jelas bahwa perbedaan (situasi) belajar di SMA dengan di PT ini bisa menimbulkan permasalahan serius dalam belajar. Perbedaan ini menimbulkan “keterkejutan” khususnya bagi para mahasiswa baru, terutama pada point 4; 5; 9; 11 dan 12. Keterkejutan yang berakibat kurang “percaya diri” ini bahkan bisa berlangsung hingga semester ke IV. Ilustrasinya dapat dilihat pada point 11 dan 12. Point 11 yang berkaitan dengan suasana akademik yang kurang kondusif dan point 12 yang berkaitan dengan tidak disiplinnya dosen di sebagian besar PT di Indonesia, merupakan perbedaan mencolok antara belajar di SMA dengan di PT yang bisa sangat berpengaruh terhadap semangat belajar para mahasiswa.

Selain itu tuntutan kemandirian yang lebih besar juga menimbulkan “shock” tersendiri ketika belajar di PT. Tengok point 10, cara mengajar dosen yang kurang jelas dan fokus bisa menambah kebingungan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Mereka memang harus banyak belajar sendiri, tetapi kalau “kuncinya” saja tidak berhasil mereka temukan lalu bagaimana “membukanya”…! Point 13 juga merupakan penyumbang cukup besar kegagalan siswa dalam belajar, khususnya pada pendisiplinan waktu belajar. Para mahasiswa terjebak pada rutinitas aktifitas hidupnya yang menyita waktu; lebih banyak nyantai; bersenang-senang sambil berolah-raga; berlama-lama komunikasi dengan HP, pacaran tidak kenal waktu; dan lain-lain, apalagi jauh dari pengamatan ortunya.

Ayo bangkit dan semangat…! Jangan bingung “bagaikan ayam kehilangan induknya” atau jangan menjadi liar “seperti burung lepas dari sangkarnya”, sebab perjalanan anda masih sangat panjang. Kalau manusia tahu kapan akan meninggal, niscaya seluruh sisa hidupnya akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Demikian juga anda, kalau anda tahu bahwa kunci kesuksesan kuliah hanya dengan belajar pasti anda akan bersemangat dan disiplin dalam belajar. Di dunia ini berlaku hukum sebab-akibat dan waktu terus berjalan, tidak ada cara untuk membaliknya…!, maka manfaatkanlah waktu anda sebaik mungkin sebelum “dia (waktu)” menggilas anda tanpa kenal ampun.

Selamat belajar dan semoga sukses. Saya akan menulis di artikel berikutnya tentang mengelola waktu yang efektif, khususnya pada strategi belajar di PT.

March 30, 2010 at 11:48 am 2 comments

Dampak puasa ramadhan

Siapapun orangnya selalu berharap puasa ramadhan berdampak positip pada dirinya. Dampak positip ini memang layak diharapkan karena dalam AlQur’an, Allah SWT. menjanjikan pahala berlipat-lipat bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan. Itu sebabnya umat Islam di Indonesia selalu berusaha melaksanakan ibadah sebanyak mungkin di setiap bulan itu dibanding 11 bulan lainnya. Hal ini terlihat dari lebih banyaknya orang yang melaksanakan aktifitas ibadah ritual di masjid-masjid dan surau-surau serta mendengarkan ceramah-ceramah agama, semakin banyak orang yang shallat Tahajud, dan semakin banyak saja orang yang nampak lebih rela bersedekah dibanding bulan-bulan lainnya.

Artikel ini tidak akan membahas keutamaan ibadah di bulan ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya, apalagi membahas dampak positip pahala yang akan diperoleh, karena sudah banyak artikel maupun ceramah agama yang membahasnya. Pembahasan di sini tidak serius-serius amat, hanya sharing dan sekedar mengingatkan saja, mengenai ciri-ciri orang yang berpuasa dan dampak positip yang seharusnya timbul setelah bulan ramadhan berlalu. Dampak negatifnya juga ada dan akan dibahas di sini pula…! Karena tidak serius itulah artikel ini sengaja diberi judul seperti di atas.

Arti puasa
Arti harfiah puasa adalah tidak makan dan minum selama jangka waktu tertentu. Karena arti harfiahnya begitu, ya sudah tentu puasa berbeda dengan diet…! Puasa juga ada yang diwajibkan dan tidak diwajibkan, dan ada yang berkaitan dengan ritual keagamaan maupun yang tidak berkaitan sama sekali.

Dalam Islam puasa berarti tidak makan dan minum sejak sebelum matahari terbit hingga tenggelamnya matahari (ya kalau di Indonesia sekitar 13 jam lah…!). Saat mengawali puasanya umat Islam selalu mendahuluinya dengan makan sahur dan mengakhirinya dengan makan berbuka puasa. Hal ini artinya dalam berpuasa setiap umat Islam hanya makan 2 kali dalam sehari, sementara saat tidak berpuasa mereka makan 3 kali sehari. Puasa yang berkaitan dengan ritual agama Islam ini ada yang diwajibkan (puasa ramadhan) dan yang tidak diwajibkan (puasa sunnah). Kalau puasa sunnah prinsipnya ”terserah”, dilakukan boleh tidak dilakukan juga boleh, jumlah harinya juga ”bebas” sehari puasa sehari tidak puasa atau seminggu sekali puasa juga boleh. Namun demikian waktu puasanya tetap mengacu pada pedoman seperti dikemukakan di atas yaitu ”tidak makan dan minum sejak sebelum matahari terbit hingga tenggelamnya matahari”.

Puasa ramadhan lebih hebat lagi…, selain diwajibkan bagi umat Islam, jumlah hari puasanya lama (sebulan penuh) dan berurutan. Ini yang membedakan dengan puasa sunnah lainnya. Selain itu di puasa ramadhan karena dijanjikan pahala berlimpah, para penceramah/mubalik bahkan selalu mengatakan ”umat Islam yang memahami… pasti senantiasa merindukan datangnya bulan ramadhan dan mengharapkan setiap bulan sebagai bulan ramadhan”. Nah kalau dihitung selama bulan ramadhan saja umat Islam berpuasa setidaknya selama = 13 jam x 30 hari = 390 jam serta makan hanya = 2 x 30 hari = 60 kali. Makna dari angka-angka ini akan saya kemukakan nanti…

Selain puasa yang berkaitan dengan (terutama) ritual keagamaan, puasa juga diwajibkan bagi mereka yang akan menjalani check-up kesehatan maupun operasi pembedahan. Puasa yang diwajibkan di sini jangka waktunya antara 8 s/d 12 jam. Puasa pasca operasi pembedahan bahkan lebih nggegirisi karena diwajibkan berpuasa sepanjang waktu (bisa lebih dari sehari) tanpa makan-minum ”dalam kondisi kesakitan” dan baru boleh berbuka setelah bisa kentut (maaf…!). Khusus yang terakhir ini coba bandingkan puasa anda ”dalam keadaan sehat” dengan puasa mereka yang ”pasca operasi pembedahan”.

Puasanya hewan juga jauh lebih hebat…! Hewan-hewan seperti ular, unta, kukang, ayam yang sedang mengerami, ikan, dan beruang sanggup berpuasa tanpa makan dan minum selama berhari-hari atau bahkan ada yang sampai berbulan-bulan (http://www.rileks.com/entertainment/ragam/omg/4542-hewan-hewan-yang-suka-berpuasa-lama.html dan http://www.tempointeraktif.com/hg/hikmah_puasa/2009/08/24/brk,20090824-194160,id.html). Jadi puasa kita sebagai umat Islam jika dibandingkan dengan beberapa binatang di atas ”benar-benar tidak ada apa-apanya…!”.

Puasa yang saya maksudkan di sini selain berbeda dengan puasa diet juga berbeda dengan orang atau hewan yang puasa tidak makan/minum karena memang tidak ada yang bisa dimakan/diminum. Puasa ini tentu lebih gawat…! Ibaratnya ”jangankan untuk makan sehari-hari, untuk sahur dan berbuka saja tidak ada lagi yang bisa dimakan…”. Parahnya kondisi ini bagi beberapa orang dan hewan (mungkin sekarang jumlahnya cukup banyak ?) bisa berlangsung lama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Orang-orang yang tidak beruntung seperti ini mungkin tidak lagi bisa (sulit) membedakan saat wajib berpuasa di bulan ramadhan dengan kehidupan puasa mereka sehari-hari.

Dalam keseharian, istilah puasa kini juga dikait-kaitkan dengan aktifitas kehidupan lain yang bermanfaat selain arti tidak makan dan minum di atas. Misalnya puasa sabar supaya menjadi lebih sabar, puasa maklum supaya lebih tinggi kadar permaklumannya dan menjadi lebih ikhlas, dan lain-lain. Puasa-puasa jenis ini diluar scope pembahasan.

Ciri-ciri orang berpuasa ramadhan
Ciri-ciri orang berpuasa ramadhan yang akan dibahas di sini adalah ciri-ciri fisik yang seharusnya nampak dan ciri-ciri lain yang seharusnya muncul selama menjalankan ibadah puasa maupun setelah bulan ramadhan berlalu. Jadi disini sama sekali tidak akan membahas ciri-ciri lain orang berpuasa ramadhan yang berkaitan dengan aktifitas ibadah ritualnya, karena telah banyak dikemukakan pada beberapa artikel maupun ceramah-ceramah agama.

Baiklah saya akan mulai dengan ciri-ciri fisik tapi sebelumnya harus saya kemukakan dulu bahwa ”kerja membutuhkan asupan energi, tanpa asupan energi yang cukup jangan harap memperoleh kerja yang maksimal…!”. Itu definisi umum yang merelasikan antara energi vs usaha. Untuk manusia dan hewan asupan energi ini terutama diperoleh dari makanan dan minuman, namun karena kerja yang dilakukannya sehari-hari sering lebih kecil daripada asupan energinya maka sebagian energi tsb. ditimbun dalam tubuh begitu seterusnya setiap hari. Ya logis lah…, mesin juga analoginya begitu ! Statement ini harus saya kemukakan dulu di awal karena berkaitan dengan pembahasan selanjutnya.

Secara fisik orang yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan ”seperti biasa (tidak berlebihan atau seperti sehari-harinya)” ciri-cirinya seharusnya terlihat dari :

1. Berat badannya turun

Saat berpuasa umat Islam makan hanya 2 kali sehari yang berarti asupan energinya lebih kecil dibanding hari biasa yang makan 3 kali sehari. Kalau anda tetap beraktifitas normal dan tetap berolahraga (apalagi + shollat tarawih), dijamin berat badan anda pasti turun.

2. Ngantukan dan aras-arasen (agak malas)

Jika anda tetap beraktifitas normal, konsekuensi puasa dibulan ramadhan adalah waktu ”meleknya” lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Nah sudah menahan lapar dan dahaga selama 13 jam, tetap beraktifitas biasa, shollat tarawih dan harus bangun makan sahur maka ya pastilah ngantukan dan aras-arasen tho…?

3. Tidak mudah marah dan lebih sabar

Hasil penelitian menunjukkan kalau kita ”tersenyum” hanya menggerakkan 26 otot wajah saja, sebaliknya kalau ”cemberut” apalagi ”marah” otot wajah yang aktif lebih dari 6 kalinya (ya setidaknya 169 otot wajah-lah…!). Apalagi kalau sambil nggedor meja, otot tubuh yang aktif bisa lebih banyak lagi. Semua ini butuh energi & karena asupan energinya berkurang ya jadi lebih sabar bukan ?

4. Nampak lebih sehat

Jika tubuh kita diibaratkan mesin maka dia bekerja terus-menerus menggiling ”tanpa henti (setidaknya 13 – 15 jam sehari)” sepanjang tahun atau setara dengan 4680 jam. Hitungan kasarnya jika saat ini kita berumur 40 tahun, maka mesin tubuh kita telah bekerja sebanyak = 4680 x 40 = 187.200 jam. Kalau sepanjang tahun tersebut mesin kita ”tidak bekerja terlalu berat”, dijamin pasti awet deh…! atau panjang umurlah…! Nah puasa ramadhan yang 1 bulan penuh dalam setahun itu setidaknya mengistirahatkan mesin kita selama = 13 jam x 30 hari = 390 jam atau hanya = 390/4680 x 100% = 8.33% setahun. Tidak banyak, tapi cukuplah…! Bayangkan kalau kita tidak diwajibkan puasa ramadhan dan makanan dan minuman yang kita konsumsi memaksa mesin bekerja keras sepanjang hari, dijamin tidak lama pasti ”turun mesin”. Ya tho…!

5. Nampak lebih rela bersedekah

Selama berpuasa ramadhan umat Islam seharusnya bisa menabung = 1 kali makan/hari x 30 hari x Rp. 10.000,- = Rp. 300.000,-. Barangkali munculnya dorongan untuk ”rela” bersedekah lebih banyak ini karena faktor di atas ataukah karena faktor iming-iming pahala yang berlipat ya ?

Sedangkan ciri-ciri lain yang seharusnya muncul selama menjalankan ibadah puasa maupun setelah bulan ramadhan berlalu adalah berkaitan dengan ciri-ciri fisik yang telah dikemukakan di atas. Saya berpendapat bahwa seseorang yang dinyatakan lulus dalam menjalankan puasa ramadhan adalah mereka yang memiliki ciri-ciri : (1). makin sabar dan tidak mudah marah, (2). makin ringan dan ikhlas dalam bersodaqoh, (3). makin logis dalam berpikir dan bertindak, (4). makin jujur, (5). makin bisa menghargai orang lain, dan (6). makin sehat. Kata ”makin” di sini memiliki makna lebih baik/lebih tinggi dari ukuran ketika sebelum bulan ramadhan dimulai. Ciri-ciri ini memang bersifat kualitatif tapi pasti bisa diukur sendiri oleh setiap orang yang menjalankan ibadah puasa ramadhan. Berbeda dengan ciri-ciri fisik di atas yang mungkin orang lainpun bisa menilai keberhasilan puasa kita.

Hari kemenangan
Kebanyakan umat Islam dan para mubaliq di Indonesia berpendapat bahwa bulan puasa ramadhan adalah sebagai ”bulan peperangan melawan hawa nafsu”, sehingga di akhir bulan tersebut esoknya tibalah ”hari kemenangan” yang dinanti-nantikan itu. Tentu siapapun sepakat bahwa kata menang hampir selalu diikuti dengan merayakan dan itu pula sebabnya kita memiliki tradisi ”hari raya iedul fitri”.

Barangkali yang tidak disadari oleh umat Islam di Indonesia adalah kombinasi kata-kata ”kemenangan – perayaan – pesta pora (meriah)” ini telah melahirkan bisnis super besar, di bulan itu saja, setiap tahun yang melibatkan uang puluhan triliun Rupiah. Ini semua tidak lepas dari euforia masyarakat Indonesia dalam menyambut dan melaksanakan puasa ramadhan serta merayakan hari kemenangan yang berefek pada munculnya ”gairah berbelanja dan tradisi mudik yang luar biasa”. Mungkin ini pula yang menyebabkan munculnya peningkatan tindak kejahatan dan pencurian; kesemrawutan transportasi; kekacauan pembagian zakat dan lain-lain di beberapa daerah setiap tahun, seperti diberitakan oleh banyak mass media.

Oleh karena itu ketika saya beranggapan umat Islam seharusnya bisa menabung di bulan ramadhan (untuk disedekahkan ?) ternyata ”keliru”, mereka bahkan ”lebih boros” daripada bulan-bulan lainnya. Ketika saya berharap mereka bisa lebih bersedekah ternyata ”meleset” karena uangnya habis untuk pengeluaran puasa selama ramadhan yang justru lebih banyak daripada bulan-bulan lainnya. Bahkan ketika saya berharap umat Islam menjadi lebih sabar dan sehat jiwa dan raga baik selama maupun pasca ramadhan ternyata lebih gawat, mereka tenggelam dalam ”kemeriahan pesta kemenangan yang super”. Jangankan berpikir untuk ”orang kecil” untuk diri dan keluarganya saja terpaksa harus hutang atau menggadaikan barang atau mungkin korupsi sekadar memenuhi euforia menyambut hari kemenangan tersebut. Berat badan mereka tidak malah turun tetapi malah naik, beberapa orang bahkan nampak lebih kaya daripada sebelum ramadhan, tetapi kebanyakan orang malah jatuh miskin dan terpuruk, dan mereka menjadi ”sedikit liar” dan tidak sabar ketika menghadapi kemacetan lalin. Pokoknya seru banget…!

Saya lalu bertanya pada diri sendiri puasa ramadhan yang bagaimana ya supaya kita bisa seperti lahir kembali (jujur dan tanpa dosa dong pastinya…) ?. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menang dalam menghadapi ”peperangan hawa nafsu di 11 bulan non-ramadhan”, karena baru sesaat bulan ramadhan berlalu saja ”keliaran kita” sudah nampak ?. Dan terakhir, bagaimana caranya ya agar puasa kita sama nilainya dimata Allah SWT. dengan puasanya orang miskin ? Kalau keadaannya begini dari tahun-ketahun saya yakin kebanyakan diantara kita tidak lulus setiap kali bulan ramadhan berlalu, karena kita tidak lagi punya ”amunisi” yang cukup untuk menghadapi peperangan hawa nafsu di 11 bulan non-ramadhan berikutnya. Wallahualam….?

September 1, 2009 at 4:20 am Leave a comment

Menyadari kehadiran setan…

Setan hadir dalam diri kita dengan 2 cara. Pertama karena sengaja kita undang dan ke dua bila kita membiarkan ”rumah” kita tidak terkunci dan tanpa penjaga.

Setan seperti halnya manusia, dia akan datang bila diundang. Bedanya dengan manusia adalah dia tidak akan pernah memaksa masuk kalau pintu rumah kita terkunci rapat dan/atau ada penjaganya. Kalau manusia meski pintu terkunci rapat dan bahkan ada penjaganya sekalipun dia tetap berusaha masuk dengan segala cara untuk menemukan/ mencari yang dia inginkan…!

Manusia dalam beberapa hal kadang berperilaku seperti setan dan jika itu terjadi maka setan telah sukses (Baca juga : Setan hampir selalu sukses…) melaksanakan misinya. Sepanjang karirnya setan memang memiliki misi khusus yaitu mengganggu manusia hingga akhir jaman dan oleh karena itu untuk menyadari kehadiran setan dalam diri kita ya harus tahu bagaimana cara kerja setan.

Perbedaan paling mencolok antara setan dan manusia adalah dia tidak kenal kata bosan. Kalau manusia pasti sudah bosan dan pergi jika ingin bertamu ke seseorang tapi tidak diijinkan masuk atau harus menunggu lama karena orang yang akan kita temui sedang tidak ada di rumah. Setan tidak demikian…! Dia akan setia menunggu dan menunggu. Dia menunggu sampai kita lengah ”mengunci pintu” dan membiarkan ”rumah” kita tanpa penjaga. Dan jika dia sudah masuk, wah sungguh sangat susah mengusirnya.

Hal ini tentu saja berbeda kalau setan masuk dalam diri kita karena sengaja dia kita undang. Pintu terbuka lebar, penjaga kita suruh pergi, dan membiarkan dia bebas masuk bahkan jika perlu diadakan penyambutan meriah. Dalam kasus ini jangankan menyuruh dia pergi, wong diancam dengan kekerasan bahkan ”diancam bunuhpun” dia tidak akan pergi. Dia pasti sangat kerasan dengan rumah barunya karena si empunya rumah sengaja mengundangnya dan menyediakan tempat untuknya.

Para pembaca yang budiman, tentu anda bertanya bagaimana cara mengundang setan dan apakah kita tanpa sadar pernah mengundangnya…? Lalu bagaimana caranya agar pintu kita selalu terkunci rapat…? Dan apa pula arti dan wujud penjaga yang dimaksud dalam artikel ini ? Sungguh membingungkan…! Untuk menjawab itu semua saya akan mulai dari mengenali ciri-ciri bahwa setan telah hadir dalam diri kita.

Coba ingat-ingat ketika anda pertama kali melakukan kebohongan, berbuat curang, tidak menepati janji, tiba-tiba menjadi pemarah, mengambil sesuatu yang bukan haknya, berkata kasar dan tidak senonoh, berucap dan bertingkah laku yang menyinggung perasaan orang lain sekecil apapun, pasti saat itu ada perasaan tidak enak dalam diri anda. Semacam perasaan takut gitu loh…! Jika anda memutuskan untuk melakukan tindakan itu berulang lagi, perasaan ini akan muncul terus dengan intensitas yang terus menurun. Dan jika anda terus melakukannya, perasaan ini akan hilang. Anda tidak lagi memiliki kepekaan dan saat itu anda telah menjadi monster. Anda siap melakukan berbagai kejahatan mulai yang kecil-kecil hingga yang sangat besar, yang bisa mengguncang negara bahkan dunia…! Dan jika itu terjadi anda telah berteman dengan setan, anda membiarkan dia masuk, anda juga membiarkan dia mengusir penjaga dalam diri anda sehingga anda tidak lagi memiliki ”perasaan takut”.

Nah…, sekarang saya yakin anda sudah mulai paham apa yang dimaksud dengan ”penjaga” di sini, tapi pernahkah anda dihinggapi perasaan takut ini ? Jika tidak lagi, anda patut waspada…! Coba bangkitkan lagi perasaan itu ketika anda tergoda melakukan perbuatan-perbuatan di atas. Karena seperti saya katakan, perbuatan-perbuatan di atas akan dapat memicu perbuatan-perbuatan lain yang skalanya lebih besar. Memperkosa, berzinah, mencuri, korupsi, memfitnah, menipu, dan lain-lain adalah contoh perbuatan yang selain sangat dilarang oleh agama apapun juga melanggar hukum.

Seseorang yang mampu melakukan perbuatan-perbuatan terlarang yang besar pasti sebelumnya pernah melakukan perbuatan terlarang yang berskala kecil (tidak/belum ada konsekuensi hukum duniawinya), yang ketika dia pertama kali melakukannya timbul juga perasaan takut dalam dirinya namun dia mengabaikannya. Oleh karena itu jangan sekali-kali mencobanya. Jika anda sudah terlanjur melakukan perbuatan terlarang yang berskala kecil waspadalah, berhentilah dan bertobatlah ! Analoginya begini : jika anda tidak pernah merokok, minum alkohol, ngepil, pergi ke night club maupun lihat gambar porno atau nginjen orang mandi, jangan coba-coba melakukannya karena semua itu bagaikan candu. Kelihatannya nikmat tapi efek sampingnya bejibun dan bikin orang ketagihan…!

Lalu bagaimana caranya mengundang setan ? Hampir semua orang di dunia tanpa sadar telah melakukannya dan itu semua tidak lepas dari perubahan perilakunya, lintasan/latar belakang hidupnya, lingkungan sosialnya, status sosialnya dan kekayaannya. Ketika seseorang menjadi suka pamer kekayaan, mudah iri apalagi dengki, jarang bersodaqoh, senang dipuji, sering mengeluh, mudah marah, gengsi dan lain-lain yang sejenis, itu pada dasarnya anda telah mengundang setan.

Anda tentu heran masak kayak gini bisa mengundang setan…! Undangan untuk setan memang berbeda dengan undangan untuk manusia. Tengok saja prosesi yang dilakukan dukun atau paranormal ketika berusaha mengundang ”setan yang berwujud”. Ngundang ”setan yang tak berwujud” ya caranya seperti itu. Dan lihat baik-baik perilaku seseorang seperti yang saya kemukakan di atas, nampaknya tidak merugikan orang lain bukan…? Itulah canggihnya setan, dia sangat sabar menunggu undangan kita. Dia senantiasa ada di samping kita, selalu bersemangat mencari celah sekecil apapun sebagai pintu masuk dalam diri kita, dan pintar memanipulasi segalanya sehingga seakan-akan apa yang anda lakukan sah-sah saja.

Sekarang mungkin anda sudah paham dengan apa yang saya maksud dengan bagaimana cara mengundang setan dan apakah kita tanpa sadar pernah mengundangnya…, dan apa pula arti dan wujud penjaga itu. Tapi bagaimana cara menjaga agar ”pintu rumah kita” selalu terkunci rapat ? Sebagian besar dari anda pasti beranggapan ya iman kita harus diperkuat. Saya setuju saja, hanya sebagian dari kita mewujudkannya dalam bentuk ibadah ritual. Dalam artikel berikutnya saya akan menulis Mencegah kehadiran setan dan semua hal yang berkaitan dengan cara mencegah kehadirannya akan saya ungkapkan di sini.

Oke…, jika anda sudah paham syukurlah ! Tapi tunggu dulu apakah anda sudah bisa menyadari setan hadir dalam diri anda ? Apakah anda pernah mengundangnya ? Apakah anda pernah dihinggapi perasaan aneh ketika akan bertindak/bertingkah laku ”menyimpang” seperti yang telah saya kemukakan di atas ? Saya yakin anda belum sepenuhnya menyadarinya, nyatanya anda masih melakukan perbuatan-perbuatan buruk. Mulai sekarang jangan lakukan itu lagi. Perangi setan (yang tak berwujud) ini karena melawan dia jauh lebih sulit daripada melawan setan yang berwujud.

March 31, 2009 at 6:13 am 5 comments

Setan hampir selalu sukses…?

Kalau sukses berarti pencapaian suatu tujuan dan sukses juga berarti tidak gagal, maka setan hampir selalu sukses.

Setan ditakdirkan di dunia sebagai pengganggu manusia. Semua agama menuliskan itu dalam alkitabnya. Lalu seperti apakah sebenarnya wujud setan itu dan mengapa dia hampir selalu sukses…?

Setan PerusakKebanyakan manusia tidak menyadari kehadiran setan dalam dirinya, bahkan ada juga manusia yang sengaja membiarkan dia hadir dan berteman dengannya. Ibaratnya meski manusia menentang keras kehadirannya, tetap saja dia menggoda dan hampir selalu sukses melaksanakan missinya. Mengapa bisa begitu…?

Ini semua karena manusia telah gagal mengenali wujud setan sebenarnya. Manusia terjebak oleh imajinasinya sendiri bahwa setan itu nyata, wujudnya jelek dan mengerikan, bisa dilihat dan dirasakan kehadirannya. Acara TV “Dunia Lain di Trans TV yang diminati banyak pemirsa adalah salah satu contohnya. Sayang acara ini tidak lagi boleh ditayangkan karena banyak kritik, yang katanya berbau musyrik dan bisa menyesatkan…!

Manusia juga sering mengkambinghitamkan setan (padahal mungkin yang benar adalah sebaliknya…?) dengan mengatakan bahwa “ini semua adalah karena perbuatan setan !” Dia sama sekali tidak mau mengakui perbuatan yang telah dilakukannya dan menganggap setanlah yang melakukan semua perbuatan itu.

Hasil kerja setan juga bisa anda simak di beberapa ilustrasi berikut ini. Di tanah suci Makkah (tanah sucinya umat Islam) dan Yerussalem (tanah sucinya umat Nasrani) yang katanya terdapat proteksi khusus terhadap kehadiran setan, nyatanya banyak juga kejahatan di sana. Di bulan Ramadhan yang katanya setan-setan dibelenggu toh banyak juga orang menipu, berbohong, bahkan korupsi yang dilakukan justru oleh orang-orang yang sedang berpuasa. Lagi…!, di saat semua agama mengharuskan kita berbagi kepada sesama yang membutuhkan, dalam pelaksanaannya selalu saja ada muatan-muatan politis yang bersumber dari kesombongan; kepentingan golongan/partai; ingin dipuji dan lain-lain. Dan seterusnya… dan seterusnya…

Cara kerja setan memang hebat ! Dia bisa memanipulasi segalanya sehingga manusia sanggup melakukan ibadah yang tergolong istimewa tetapi di lain pihak diapun juga mampu melakukan dosa besar yang sangat merugikan orang lain; bangsa dan Negara. Dengan kata lain disatu pihak dia berharap surga yang vip tetapi ternyata dia juga menggapai neraka yang jahanam. Baca artikel : mengelabui ilmu kematian.

Bagi saya setan jenis ini lebih berbahaya daripada setan yang berwujud (Baca : menampakkan diri). Karena, saya pasti yakin anda juga setuju, jika saya berperang terhadap dia tentu saya lebih suka jika dia menampakkan diri daripada terus bersembunyi. Bersembunyi atau bahkan bersemayam dalam diri kita adalah salah satu ilmu setan yang luar biasa. Ilmu dia yang lain adalah senantiasa mengganggu kita tanpa kita menyadarinya.

Anda masih belum yakin bahwa setan hampir selalu sukses ? Baik…, saya akan coba beri ilustrasi lagi sedikit. Setiap hari saya yakin anda hampir pasti bersiasat dengan waktu, berkata atau bertingkah laku tidak sesuai hati nurani, menyusahkan orang lain sekecil apapun, tidak jujur dan berbohong. Ini terjadi karena kita harus berinteraksi dengan orang lain setiap harinya. Lainnya…!, bagi pelajar dan mahasiswa saya sangat yakin bahwa anda dalam ujian hampir selalu berupaya menyontek. Bagi guru dan dosen, saya sangat yakin bahwa anda dalam mengajar hampir selalu tidak berupaya mengembangkan materi ajar. Bagi karyawan, anda pasti jarang bekerja dengan sungguh-sungguh kecuali bila ada bonusnya/penghargaannya. Bagi para pemimpin, wah yang ini banyak sekali…!

Ok…, sekarang saya yakin anda sudah tahu apa yang saya maksud. Tetapi saya juga yakin bahwa anda pasti menolak bahwa itu perbuatan setan. Terbukti anda masih melakukan perbuatan tercela, sekecil apapun, yang bisa merugikan orang lain…! Dan ini yang penting lainnya, setan seakan membuat anda fun (Baca : senang dan bahagia) meski itu pada awalnya merugikan orang lain. Nah ujungnya setan pula yang pada akhirnya membuat anda sendiri merugi dan bangkrut segalanya. Lalu siapa ya yang membuat kondisi Negara kita yang makin terpuruk ini…?

Ya… percayalah setan hampir selalu sukses menjalankan missinya. Dan tidak jarang setan juga bisa mengantarkan seseorang menjadi sukses di dunia tanpa orang itu menyadari bahwa itu akibat bantuan/perbuatan setan.

March 10, 2009 at 1:29 am 9 comments

Makna Mati (Mengelabui Ilmu Kematian…)

Artikel ini seakan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan, seperti tema weblog ini. Namun saya hanya ingin menunjukkan bagaimana upaya manusia untuk menggapai kebahagiaan dunia dan juga kebahagiaan akhirat…?

Sekali berarti, setelah itu mati. Salah satu bait puisi Chairil Anwar tersebut mengandung makna yang memalung, terasa sangat dalam. Setiap yang mengalami hidup pasti juga akan merasakan mati. Tapi dalam rentang hidup sebelum mati tersebut ada yang hambar sia-sia dan ada pula yang memprasasti penuh makna.

Berlanjut ke kehidupan yang abadi

Setidaknya ada 12 makna mati yaitu : 1). Sudah hilang nyawanya, tidak hidup lagi; 2). Tidak bernyawa, tidak pernah hidup; 3). Tidak berair; 4). Tidak berasa lagi; 5). Padam; 6). Tidak terus, buntu; 7). Tidak dapat berubah lagi, tetap; 8). Sudah tidak dipergunakan lagi; 9). Tidak ada gerak atau kejadian, seperti bubar; 10). Diam atau berhenti; 11). Tidak ramai; 12). Tidak bergerak.

Setiap makhluk yang mengalami mati pasti termasuk ke dalam 12 kategori ini. Orang bisa menilai setiap peristiwa kematian dengan mencocokan termasuk kategori mana. Ada yang mati sama dengan kategori kematian binatang atau tumbuhan, tapi ada yang memang layak dikategorikan matinya manusia.

Epigraf dari kategori kematian tersebut ternyata bisa memunculkan bermacam nama khusus. Misalkan mati sahid, konyol, gugur, tewas, mampus, meninggal dunia, wafat, dan sebagainya. Kematian juga bisa menciptakan beragam emosional orang yang ditinggal, ada yang menangisi dan ada yang bersuka-cita.

Amrozi cs. yang mati karena dieksekusi, ternyata orang dalam menilai kematiannya bisa berbeda. Ada yang menilai mati sahid, ada juga yang menganggap mati biasa dan tidak sahid. Bahkan ada yang menuduh mati konyol.

Bagi yang ”terlanjur” hidup pasti menyadari akan mati. Meski begitu ada yang menyiapkan diri menghadapi kematian dan ada yang tak pernah siap. Bahkan ada yang merasa akan hidup terus dan tak mau mati.

Tapi lepas dari itu semua, mati adalah ilmu maha tinggi yang tidak semua orang berhasil meraih kandungan hikmahnya. Banyak orang gagal total meraih ilmu kematian. Bahkan ada yang mencoba ”mengelabui” ilmu kematian dengan melakukan 2 tindakan yang saling berlawanan. Misal, menunaikan ibadah haji berkali-kali tapi sekaligus melakukan korupsi bertubi-tubi.

Sumber : Kolom Gagasan Suara Merdeka Sabtu, 20 Desember 2008. Ditulis M. Fahrudin Hidayat, Wonosari 12 RT 11/RW 5 Bawang Klaten.

March 10, 2009 at 1:14 am 6 comments

Sukses berarti kaya materi…?

Siapapun orangnya dalam hidupnya pasti mendambakan kaya secara materi. Tetapi kaya materi seperti apakah itu ?

Iklan di TV yang glamour; film sinetron yang menggambarkan kehidupan yang serba mewah; mall-mall yang bertebaran; mobil-mobil baru yang bersliweran; dan segala kemewahan yang terpampang setiap hari di hadapan kita membuat kebanyakan orang tidak dapat mendeskrpsikan standar kaya materi secara realistis.

Seseorang tamatan SMA dan bekerja sebagai karyawan toko, tentu tidak realistis bila berharap memiliki mobil dan rumah besar. Demikian juga seorang Pegawai Negeri Sipil dengan Golongan III ingin memiliki mobil dan rumah mewah, seperti di sinetron-sinetron itu. Meskipun ada, saya jamin jumlahnya sangat sedikit. Dan ini yang menarik…!, jika ditelusuri lebih jauh bisa dipastikan kekayaan yang diperolehnya bukan dari jerih payah pekerjaannya saat ini.

Orang yang selalu melihat ke atas, orang-orang lain yang lebih kaya, juga membuat yang bersangkutan selalu sulit dalam mendeskripsikan standar kekayaan materi pada dirinya. Seorang PNS Golongan IIIC bisa nampak lebih kaya atau bahkan sangat kaya dibandingkan PNS yang lain dengan Golongan yang sama yang bekerja di kantor yang sama. Lho kok bisa begitu…? Hal ini lalu barangkali muncul istilah tempat basah dan kering. Sukses kaya materi yang saya maksud disini bukan itu, akan tetapi kekayaan materi yang anda peroleh berkaitan dengan jalan hidup anda.

Lebih menyedihkan lagi ternyata kebanyakan orang beranggapan untuk mendongkrak prestis (prestige) diperlukan barang-barang berkualitas yang mahal harganya, padahal dia sama sekali tidak paham kapan prestis itu dibutuhkan dan bagi kalangan seperti apa kita memerlukan prestis itu ? Apalagi bila barang-barang tersebut tidak mungkin terbeli dari kekayaan yang anda miliki.

Ya…, kekayaan materi memang sangat bergantung oleh banyak faktor. Bagi saya setiap orang memiliki kekayaan materi yang selalu bisa dikategorikan sukses. Coba anda renungkan pertanyaan-pertanyaan ini : Apakah anda memiliki pekerjaan ?; Berapa pendapatan yang anda peroleh perbulan ?; Harta apa sajakah yang sudah anda miliki ?; Berapa jumlah anggota keluarga anda ?; Apakah anak-anak anda bersekolah ?; Apakah anda mengalami kesulitan dalam transportasi ?; hingga Setinggi apa tingkat pendidikan anda ? Nah… sekarang bandingkan kondisi anda saat ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama di atas dengan keadaan orang tua anda. Jika jawabannya menunjukkan peningkatan maka anda sudah sukses secara materi, bahkan tidak hanya itu ”anda juga telah sukses meningkatkan kualitas generasi keluarga anda”.

Ada lagi satu faktor yang ikut menentukan sukses kekayaan materi anda, yaitu keberuntungan. Saya tidak menyinggung seberapa besar upaya anda (pada profesi anda) dalam meraih kesuksesan secara materi. Karena saya berasumsi semua orang harus bekerja keras bila ingin sukses, dan saya yakin anda telah melakukannya. Lalu bagaimana dengan keberuntungan…?

Keberuntungan tidak datang begitu saja, dan tidak akan pernah datang bila anda tidak mengarah kepada keberuntungan itu sendiri. Saya termasuk orang yang beranggapan keberuntungan adalah rezeki atau anugrah. Sebagai contoh anda bekerja rajin dan disiplin, dan oleh karena itu anda diberi penghargaan (bonus atau kenaikan jabatan) oleh pimpinan anda. Atau anda mengikuti kuis di TV, misal kuis ”Who Wants to be Millionare” dan anda menang. Itu semua termasuk keberuntungan. Kok bisa…? Coba tengok, anda tidak pernah membayangkan akan diberi penghargaan oleh pimpinan karena cara kerja anda atau anda tidak pernah menyangka pertanyaan-pertanyaan di kuis TV tersebut begitu mudah anda jawab. Itu semua bisa terjadi karena anda telah mengarah kepada keberuntungan itu sendiri. Percayalah keberuntungan pasti ada bagi setiap orang, meskipun prosentasenya dalam mendukung sukses pencapaian kekayaan materi anda bisa jadi sangat kecil.

Oke…, saya yakin anda saat ini telah merasa sukses secara materi. Jika belum, baca sekali lagi artikel ini dan coba kerja lebih keras lagi niscaya kesuksesan ada ditangan anda.

February 12, 2009 at 10:50 pm 2 comments

Ini Dia Pekerjaan Terbaik di Dunia !

SYDNEY. Pemerintah Australia menawarkan sebuah pekerjaan menarik. Jenis pekerjaan ini berbeda dari pekerjaan pada umumnya, yakni bermalas-malasan selama enam bulan di pulau tropis. Tak ayal, banyak yang bilang ini merupakan pekerjaan terbaik di dunia.

Untuk melakukan pekerjaan ini, seseorang akan dibayar sebesar 150.000 dolar Australia atau US$ 105.000. Uang tersebut sudah termasuk tiket pesawat dari negara asal pemenang ke Hamilton Island di Great Barrier Reef. Hal ini diumumkan oleh pemerintah negara bagian Queensland pada Kamis kemarin.

Sebagai gantinya, “sang penguasa pulau” hanya diharapkan berjalan-jalan di pasir putih, menyelam dan melakukan beberapa pekerjaan reportase. Si pemenang harus melaporkan kegiatannya per minggu melalui blog, photo diaries dan video yang selalu di update.

Sang pemenang juga nantinya akan tinggal di tiga kamar pantai sewaan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Di tempat penginapan ini sudah disediakan beberapa fasilitas pendukung seperti kolam renang dan lapangan golf. Persyaratan untuk melamar pekerjaan ini tak muluk-muluk. Sang pelamar harus bisa berenang, sanggup mengoperasikan communicator dan mampu berbicara dan menulis dengan menggunakan bahasa Inggris.

“Mereka juga harus dapat berkomunikasi kepada media dari waktu ke waktu tentang segala aktivitas yang mereka lakukan. Jadi pelamar tidak boleh seorang yang pemalu dan mencintai laut, matahari dan alam bebas,” jelas Acting State Premier Paul Lucas. Lucas menambahkan, pemenang akan dibayar untuk mengeksplorasi pulau Great Barrier Reef dengan cara berenang, snorkeling dan sebagainya.

Menurut Lucas, sayembara ini digelar dalam rangka kampanye untuk melindungi industri pariwisata yang semakin melempem akibat perlambatan ekonomi global. “Kami menilai, dengan melakukan iklan pariwisata secara tradisional hal itu tidak terlalu menarik,” katanya.

Meski demikian, kampanye pariwisata yang tergolong nyeleneh ini boleh jadi mengundang pendapat miring dari sejumlah pihak. Menurut Queensland Tourism Minister Desley Boyle, banyak pihak menanyakan risiko untuk membiarkan orang asing menjadi juru bicara pariwisata di negara tersebut.

“Saya rasa risiko terbesar adalah kandidat yang berhasil lolos tidak akan mau pulang hingga enam bulan ke depan,” katanya.

Pekerjaan ini terbuka bagi siapa saja. Pendaftaran dibuka hingga 22 Februari. Dan 11 kandidat yang terpilih akan diterbangkan ke Hamilton Island pada awal Mei untuk proses seleksi final. Dan pemenang akan diumumkan pada 1 Juli 2009.

Bagi Anda yang berminat, kunjungi saja situs islandreefjob.com. Tertarik mendaftar?

Barratut Taqiyyah AP

February 12, 2009 at 10:42 pm Leave a comment

Doktor Pengangguran Ditolak Jadi Penyapu Jalan

SEOUL — Krisis ekonomi yang memburuk telah memaksa seorang ilmuwan pengangguran di Korea Selatan untuk melamar jadi tukang sapu jalan pada Selasa lalu. Lamarannya ditolak.

Pemerintah Daerah Gangseo di Seoul membuka lowongan bagi lima pegawai untuk membersihkan jalanan di salah satu kawasan terpadat di ibu kota Korea itu.

Kim, ilmuwan bergelar doktor bidang fisika, menjadi satu dari 63 orang yang melamar. Sebelas orang di antara para pelamar itu adalah lulusan universitas. Tapi, para sarjana itu akhirnya tahu bahwa tenaga telah mengalahkan otak.

Para pelamar itu diuji dengan membawa dua kantong pasir, masing-masing seberat 20 kilogram, di bahunya dan kemudian dilempar–sebuah simulasi membopong kantong sampah dan membuangnya. Tugas itu dilakukan dengan bolak-balik sejauh 25 meter.

Menurut Chung Young-ik, pejabat pemerintah yang bertugas dalam perekrutan itu, Kim lebih lambat tiga detik dibanding pelamar pesaingnya, sehingga dia dinyatakan tak lulus ujian.

“Saya telah membuat rekor yang buruk,” kata Kim kepada wartawan.

Pemerintah Gangseo mengatakan rata-rata 12,6 orang bersaing untuk merebut setiap “kursi tukang sapu” pada tahun ini. Sedangkan tahun lalu satu “kursi” diperebutkan oleh delapan orang.

Menjadi tukang sapu jalan di sana sebenarnya cukup menarik. Mereka rata-rata mendapat gaji awal 33 juta won atau sekitar Rp 275 juta. Menurut Chung, nilai ini lebih besar daripada pendapatan sarjana baru yang bekerja di perusahaan besar. Jadi tukang sapu juga sangat aman karena mereka boleh bekerja hingga berusia 60 tahun.

Perekonomian Korea memang sedang goyah. Negeri Gingseng itu hanya menciptakan 78 ribu lapangan pekerjaan pada November, turun dari 97 ribu pada bulan sebelumnya.

Menurut Kantor Statistik Nasional Korea, angka pengangguran mencapai 3,3 persen pada Desember lalu, naik dari 3,1 persen pada November dan 3 persen pada Oktober tahun lalu.

Pemerintahan Presiden Lee Myung-bak menjadikan peningkatan lapangan kerja sebagai prioritas. AFP | AP | IWANK

February 12, 2009 at 10:19 pm Leave a comment

60 Persen Lulusan PT Menganggur

Kamis, 15 Januari 2009 | 01:03 WIB

Surabaya, Kompas – Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 60 persen lulusan perguruan tinggi menganggur. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah perlu segera mengubah fokus pendidikan tinggi dari akademis ke vokasi.

Jumlah lulusan perguruan tinggi baik program diploma maupun sarjana lebih dari 300.000 orang per tahun. Adapun jumlah mahasiswa vokasi perguruan tinggi negeri dan swasta tahun 2005 sebanyak 838.795 orang, tahun 2006 menjadi 1.256.136 orang dan 2007 turun menjadi 979.374 orang.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (14/1), mengatakan, lapangan kerja rata-rata hanya menyerap 37 persen lulusan perguruan tinggi (PT). Bahkan, beberapa tahun ke depan diperkirakan daya serap itu menurun karena pengaruh resesi.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Priyo Suprobo mengatakan, kondisi itu memang ada benarnya. Hal itu terutama terjadi pada program akademis. “Sebaliknya untuk pendidikan vokasi seperti politeknik justru kekurangan lulusan untuk disalurkan ke dunia kerja,” ungkapnya.

Karena itu, sudah seharusnya pemerintah lebih memerhatikan pendidikan vokasi. Pemerintah harus berani memberi anggaran lebih besar untuk pendidikan vokasi. “Penyelenggaraan pendidikan vokasi butuh dana besar, terutama untuk praktikum mahasiswa agar terampil,” katanya.

Secara terpisah, penasihat Dewan Pendidikan Jatim, Daniel M Rosyid, mengatakan, tidak semua lulusan sekolah menengah layak masuk perguruan tinggi. “Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2003 mengungkapkan hanya 20 persen layak masuk ke perguruan tinggi jenjang sarjana,” ujarnya.

Priyo Suprobo mengatakan, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswanya dengan soft skill, terutama pada attitude serta keterampilan wirausaha. Kedua hal itu sangat berguna bagi mahasiswa setelah lulus. (RAZ)

Baca juga di http://www.dikti.org/?q=node/427

February 12, 2009 at 10:13 pm Leave a comment

Older Posts


Kontak saya

rmt.bowo@gmail.com

INFO NILAI UJIAN

Mau lihat seberapa sukses anda di ujian MID SEMESTER Genap 2010-2011? Silahkan klik di sini untuk download Apakah saya punya peluang meraih kesuksesan?.

Info Buku STATIKA STRUKTUR

Bagi para mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri silahkan lihat info terbaru buku Statika Struktur. Selanjutnya silahkan order langsung ke alamat tersebut atau klik Order Sekarang .

Kalender

January 2012
M T W T F S S
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Categories

10 Artikel Menarik

Jumlah Pengunjung

  • 10,943 Orang