Sukses berarti kaya materi…?
February 12, 2009 at 10:50 pm 2 comments
Siapapun orangnya dalam hidupnya pasti mendambakan kaya secara materi. Tetapi kaya materi seperti apakah itu ?
Iklan di TV yang glamour; film sinetron yang menggambarkan kehidupan yang serba mewah; mall-mall yang bertebaran; mobil-mobil baru yang bersliweran; dan segala kemewahan yang terpampang setiap hari di hadapan kita membuat kebanyakan orang tidak dapat mendeskrpsikan standar kaya materi secara realistis.
Seseorang tamatan SMA dan bekerja sebagai karyawan toko, tentu tidak realistis bila berharap memiliki mobil dan rumah besar. Demikian juga seorang Pegawai Negeri Sipil dengan Golongan III ingin memiliki mobil dan rumah mewah, seperti di sinetron-sinetron itu. Meskipun ada, saya jamin jumlahnya sangat sedikit. Dan ini yang menarik…!, jika ditelusuri lebih jauh bisa dipastikan kekayaan yang diperolehnya bukan dari jerih payah pekerjaannya saat ini.
Orang yang selalu melihat ke atas, orang-orang lain yang lebih kaya, juga membuat yang bersangkutan selalu sulit dalam mendeskripsikan standar kekayaan materi pada dirinya. Seorang PNS Golongan IIIC bisa nampak lebih kaya atau bahkan sangat kaya dibandingkan PNS yang lain dengan Golongan yang sama yang bekerja di kantor yang sama. Lho kok bisa begitu…? Hal ini lalu barangkali muncul istilah tempat basah dan kering. Sukses kaya materi yang saya maksud disini bukan itu, akan tetapi kekayaan materi yang anda peroleh berkaitan dengan jalan hidup anda.
Lebih menyedihkan lagi ternyata kebanyakan orang beranggapan untuk mendongkrak prestis (prestige) diperlukan barang-barang berkualitas yang mahal harganya, padahal dia sama sekali tidak paham kapan prestis itu dibutuhkan dan bagi kalangan seperti apa kita memerlukan prestis itu ? Apalagi bila barang-barang tersebut tidak mungkin terbeli dari kekayaan yang anda miliki.
Ya…, kekayaan materi memang sangat bergantung oleh banyak faktor. Bagi saya setiap orang memiliki kekayaan materi yang selalu bisa dikategorikan sukses. Coba anda renungkan pertanyaan-pertanyaan ini : Apakah anda memiliki pekerjaan ?; Berapa pendapatan yang anda peroleh perbulan ?; Harta apa sajakah yang sudah anda miliki ?; Berapa jumlah anggota keluarga anda ?; Apakah anak-anak anda bersekolah ?; Apakah anda mengalami kesulitan dalam transportasi ?; hingga Setinggi apa tingkat pendidikan anda ? Nah… sekarang bandingkan kondisi anda saat ini dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama di atas dengan keadaan orang tua anda. Jika jawabannya menunjukkan peningkatan maka anda sudah sukses secara materi, bahkan tidak hanya itu ”anda juga telah sukses meningkatkan kualitas generasi keluarga anda”.
Ada lagi satu faktor yang ikut menentukan sukses kekayaan materi anda, yaitu keberuntungan. Saya tidak menyinggung seberapa besar upaya anda (pada profesi anda) dalam meraih kesuksesan secara materi. Karena saya berasumsi semua orang harus bekerja keras bila ingin sukses, dan saya yakin anda telah melakukannya. Lalu bagaimana dengan keberuntungan…?
Keberuntungan tidak datang begitu saja, dan tidak akan pernah datang bila anda tidak mengarah kepada keberuntungan itu sendiri. Saya termasuk orang yang beranggapan keberuntungan adalah rezeki atau anugrah. Sebagai contoh anda bekerja rajin dan disiplin, dan oleh karena itu anda diberi penghargaan (bonus atau kenaikan jabatan) oleh pimpinan anda. Atau anda mengikuti kuis di TV, misal kuis ”Who Wants to be Millionare” dan anda menang. Itu semua termasuk keberuntungan. Kok bisa…? Coba tengok, anda tidak pernah membayangkan akan diberi penghargaan oleh pimpinan karena cara kerja anda atau anda tidak pernah menyangka pertanyaan-pertanyaan di kuis TV tersebut begitu mudah anda jawab. Itu semua bisa terjadi karena anda telah mengarah kepada keberuntungan itu sendiri. Percayalah keberuntungan pasti ada bagi setiap orang, meskipun prosentasenya dalam mendukung sukses pencapaian kekayaan materi anda bisa jadi sangat kecil.
Oke…, saya yakin anda saat ini telah merasa sukses secara materi. Jika belum, baca sekali lagi artikel ini dan coba kerja lebih keras lagi niscaya kesuksesan ada ditangan anda.
Entry filed under: Arti Sukses. Tags: cara sukses, Kaya Materi, Keberuntungan, Sukses.
1.
Marwan Efendi | April 5, 2009 at 10:47 am
Sukses harus kaya. So pasti lah…! Saya kira pendapat dalam artikel anda salah besar, karena orang yang sukses pasti dikaitkan dengan kaya materi. Apalagi hidup di Indonesia yang serba susah begini.
2.
Abraham | April 5, 2009 at 10:53 am
Setuju sekali. Sukses belum tentu kaya materi, apalagi kalo kayanya diperoleh dari hasil KORUPSI. Menurut saya ada 3 faktor yang menentukan kesuksesan kita yaitu : (1). Latar belakang pendidikan, (2). Koneksi, (3). Keberuntunga. Seharusnya kalo seseorang pandai yang pasti sukses.
Cumak kalo di Indonesia koneksi sangat menentukan kesuksesan. Ya toh…!