Archive for March, 2009
Menyadari kehadiran setan…
Setan hadir dalam diri kita dengan 2 cara. Pertama karena sengaja kita undang dan ke dua bila kita membiarkan ”rumah” kita tidak terkunci dan tanpa penjaga.
Setan seperti halnya manusia, dia akan datang bila diundang. Bedanya dengan manusia adalah dia tidak akan pernah memaksa masuk kalau pintu rumah kita terkunci rapat dan/atau ada penjaganya. Kalau manusia meski pintu terkunci rapat dan bahkan ada penjaganya sekalipun dia tetap berusaha masuk dengan segala cara untuk menemukan/ mencari yang dia inginkan…!
Manusia dalam beberapa hal kadang berperilaku seperti setan dan jika itu terjadi maka setan telah sukses (Baca juga : Setan hampir selalu sukses…) melaksanakan misinya. Sepanjang karirnya setan memang memiliki misi khusus yaitu mengganggu manusia hingga akhir jaman dan oleh karena itu untuk menyadari kehadiran setan dalam diri kita ya harus tahu bagaimana cara kerja setan.
Perbedaan paling mencolok antara setan dan manusia adalah dia tidak kenal kata bosan. Kalau manusia pasti sudah bosan dan pergi jika ingin bertamu ke seseorang tapi tidak diijinkan masuk atau harus menunggu lama karena orang yang akan kita temui sedang tidak ada di rumah. Setan tidak demikian…! Dia akan setia menunggu dan menunggu. Dia menunggu sampai kita lengah ”mengunci pintu” dan membiarkan ”rumah” kita tanpa penjaga. Dan jika dia sudah masuk, wah sungguh sangat susah mengusirnya.
Hal ini tentu saja berbeda kalau setan masuk dalam diri kita karena sengaja dia kita undang. Pintu terbuka lebar, penjaga kita suruh pergi, dan membiarkan dia bebas masuk bahkan jika perlu diadakan penyambutan meriah. Dalam kasus ini jangankan menyuruh dia pergi, wong diancam dengan kekerasan bahkan ”diancam bunuhpun” dia tidak akan pergi. Dia pasti sangat kerasan dengan rumah barunya karena si empunya rumah sengaja mengundangnya dan menyediakan tempat untuknya.
Para pembaca yang budiman, tentu anda bertanya bagaimana cara mengundang setan dan apakah kita tanpa sadar pernah mengundangnya…? Lalu bagaimana caranya agar pintu kita selalu terkunci rapat…? Dan apa pula arti dan wujud penjaga yang dimaksud dalam artikel ini ? Sungguh membingungkan…! Untuk menjawab itu semua saya akan mulai dari mengenali ciri-ciri bahwa setan telah hadir dalam diri kita.
Coba ingat-ingat ketika anda pertama kali melakukan kebohongan, berbuat curang, tidak menepati janji, tiba-tiba menjadi pemarah, mengambil sesuatu yang bukan haknya, berkata kasar dan tidak senonoh, berucap dan bertingkah laku yang menyinggung perasaan orang lain sekecil apapun, pasti saat itu ada perasaan tidak enak dalam diri anda. Semacam perasaan takut gitu loh…! Jika anda memutuskan untuk melakukan tindakan itu berulang lagi, perasaan ini akan muncul terus dengan intensitas yang terus menurun. Dan jika anda terus melakukannya, perasaan ini akan hilang. Anda tidak lagi memiliki kepekaan dan saat itu anda telah menjadi monster. Anda siap melakukan berbagai kejahatan mulai yang kecil-kecil hingga yang sangat besar, yang bisa mengguncang negara bahkan dunia…! Dan jika itu terjadi anda telah berteman dengan setan, anda membiarkan dia masuk, anda juga membiarkan dia mengusir penjaga dalam diri anda sehingga anda tidak lagi memiliki ”perasaan takut”.
Nah…, sekarang saya yakin anda sudah mulai paham apa yang dimaksud dengan ”penjaga” di sini, tapi pernahkah anda dihinggapi perasaan takut ini ? Jika tidak lagi, anda patut waspada…! Coba bangkitkan lagi perasaan itu ketika anda tergoda melakukan perbuatan-perbuatan di atas. Karena seperti saya katakan, perbuatan-perbuatan di atas akan dapat memicu perbuatan-perbuatan lain yang skalanya lebih besar. Memperkosa, berzinah, mencuri, korupsi, memfitnah, menipu, dan lain-lain adalah contoh perbuatan yang selain sangat dilarang oleh agama apapun juga melanggar hukum.
Seseorang yang mampu melakukan perbuatan-perbuatan terlarang yang besar pasti sebelumnya pernah melakukan perbuatan terlarang yang berskala kecil (tidak/belum ada konsekuensi hukum duniawinya), yang ketika dia pertama kali melakukannya timbul juga perasaan takut dalam dirinya namun dia mengabaikannya. Oleh karena itu jangan sekali-kali mencobanya. Jika anda sudah terlanjur melakukan perbuatan terlarang yang berskala kecil waspadalah, berhentilah dan bertobatlah ! Analoginya begini : jika anda tidak pernah merokok, minum alkohol, ngepil, pergi ke night club maupun lihat gambar porno atau nginjen orang mandi, jangan coba-coba melakukannya karena semua itu bagaikan candu. Kelihatannya nikmat tapi efek sampingnya bejibun dan bikin orang ketagihan…!
Lalu bagaimana caranya mengundang setan ? Hampir semua orang di dunia tanpa sadar telah melakukannya dan itu semua tidak lepas dari perubahan perilakunya, lintasan/latar belakang hidupnya, lingkungan sosialnya, status sosialnya dan kekayaannya. Ketika seseorang menjadi suka pamer kekayaan, mudah iri apalagi dengki, jarang bersodaqoh, senang dipuji, sering mengeluh, mudah marah, gengsi dan lain-lain yang sejenis, itu pada dasarnya anda telah mengundang setan.
Anda tentu heran masak kayak gini bisa mengundang setan…! Undangan untuk setan memang berbeda dengan undangan untuk manusia. Tengok saja prosesi yang dilakukan dukun atau paranormal ketika berusaha mengundang ”setan yang berwujud”. Ngundang ”setan yang tak berwujud” ya caranya seperti itu. Dan lihat baik-baik perilaku seseorang seperti yang saya kemukakan di atas, nampaknya tidak merugikan orang lain bukan…? Itulah canggihnya setan, dia sangat sabar menunggu undangan kita. Dia senantiasa ada di samping kita, selalu bersemangat mencari celah sekecil apapun sebagai pintu masuk dalam diri kita, dan pintar memanipulasi segalanya sehingga seakan-akan apa yang anda lakukan sah-sah saja.
Sekarang mungkin anda sudah paham dengan apa yang saya maksud dengan bagaimana cara mengundang setan dan apakah kita tanpa sadar pernah mengundangnya…, dan apa pula arti dan wujud penjaga itu. Tapi bagaimana cara menjaga agar ”pintu rumah kita” selalu terkunci rapat ? Sebagian besar dari anda pasti beranggapan ya iman kita harus diperkuat. Saya setuju saja, hanya sebagian dari kita mewujudkannya dalam bentuk ibadah ritual. Dalam artikel berikutnya saya akan menulis Mencegah kehadiran setan dan semua hal yang berkaitan dengan cara mencegah kehadirannya akan saya ungkapkan di sini.
Oke…, jika anda sudah paham syukurlah ! Tapi tunggu dulu apakah anda sudah bisa menyadari setan hadir dalam diri anda ? Apakah anda pernah mengundangnya ? Apakah anda pernah dihinggapi perasaan aneh ketika akan bertindak/bertingkah laku ”menyimpang” seperti yang telah saya kemukakan di atas ? Saya yakin anda belum sepenuhnya menyadarinya, nyatanya anda masih melakukan perbuatan-perbuatan buruk. Mulai sekarang jangan lakukan itu lagi. Perangi setan (yang tak berwujud) ini karena melawan dia jauh lebih sulit daripada melawan setan yang berwujud.
Setan hampir selalu sukses…?
Setan ditakdirkan di dunia sebagai pengganggu manusia. Semua agama menuliskan itu dalam alkitabnya. Lalu seperti apakah sebenarnya wujud setan itu dan mengapa dia hampir selalu sukses…?
Kebanyakan manusia tidak menyadari kehadiran setan dalam dirinya, bahkan ada juga manusia yang sengaja membiarkan dia hadir dan berteman dengannya. Ibaratnya meski manusia menentang keras kehadirannya, tetap saja dia menggoda dan hampir selalu sukses melaksanakan missinya. Mengapa bisa begitu…?
Ini semua karena manusia telah gagal mengenali wujud setan sebenarnya. Manusia terjebak oleh imajinasinya sendiri bahwa setan itu nyata, wujudnya jelek dan mengerikan, bisa dilihat dan dirasakan kehadirannya. Acara TV “Dunia Lain” di Trans TV yang diminati banyak pemirsa adalah salah satu contohnya. Sayang acara ini tidak lagi boleh ditayangkan karena banyak kritik, yang katanya berbau musyrik dan bisa menyesatkan…!
Manusia juga sering mengkambinghitamkan setan (padahal mungkin yang benar adalah sebaliknya…?) dengan mengatakan bahwa “ini semua adalah karena perbuatan setan !” Dia sama sekali tidak mau mengakui perbuatan yang telah dilakukannya dan menganggap setanlah yang melakukan semua perbuatan itu.
Hasil kerja setan juga bisa anda simak di beberapa ilustrasi berikut ini. Di tanah suci Makkah (tanah sucinya umat Islam) dan Yerussalem (tanah sucinya umat Nasrani) yang katanya terdapat proteksi khusus terhadap kehadiran setan, nyatanya banyak juga kejahatan di sana. Di bulan Ramadhan yang katanya setan-setan dibelenggu toh banyak juga orang menipu, berbohong, bahkan korupsi yang dilakukan justru oleh orang-orang yang sedang berpuasa. Lagi…!, di saat semua agama mengharuskan kita berbagi kepada sesama yang membutuhkan, dalam pelaksanaannya selalu saja ada muatan-muatan politis yang bersumber dari kesombongan; kepentingan golongan/partai; ingin dipuji dan lain-lain. Dan seterusnya… dan seterusnya…
Cara kerja setan memang hebat ! Dia bisa memanipulasi segalanya sehingga manusia sanggup melakukan ibadah yang tergolong istimewa tetapi di lain pihak diapun juga mampu melakukan dosa besar yang sangat merugikan orang lain; bangsa dan Negara. Dengan kata lain disatu pihak dia berharap surga yang vip tetapi ternyata dia juga menggapai neraka yang jahanam. Baca artikel : mengelabui ilmu kematian.
Bagi saya setan jenis ini lebih berbahaya daripada setan yang berwujud (Baca : menampakkan diri). Karena, saya pasti yakin anda juga setuju, jika saya berperang terhadap dia tentu saya lebih suka jika dia menampakkan diri daripada terus bersembunyi. Bersembunyi atau bahkan bersemayam dalam diri kita adalah salah satu ilmu setan yang luar biasa. Ilmu dia yang lain adalah senantiasa mengganggu kita tanpa kita menyadarinya.
Anda masih belum yakin bahwa setan hampir selalu sukses ? Baik…, saya akan coba beri ilustrasi lagi sedikit. Setiap hari saya yakin anda hampir pasti bersiasat dengan waktu, berkata atau bertingkah laku tidak sesuai hati nurani, menyusahkan orang lain sekecil apapun, tidak jujur dan berbohong. Ini terjadi karena kita harus berinteraksi dengan orang lain setiap harinya. Lainnya…!, bagi pelajar dan mahasiswa saya sangat yakin bahwa anda dalam ujian hampir selalu berupaya menyontek. Bagi guru dan dosen, saya sangat yakin bahwa anda dalam mengajar hampir selalu tidak berupaya mengembangkan materi ajar. Bagi karyawan, anda pasti jarang bekerja dengan sungguh-sungguh kecuali bila ada bonusnya/penghargaannya. Bagi para pemimpin, wah yang ini banyak sekali…!
Ok…, sekarang saya yakin anda sudah tahu apa yang saya maksud. Tetapi saya juga yakin bahwa anda pasti menolak bahwa itu perbuatan setan. Terbukti anda masih melakukan perbuatan tercela, sekecil apapun, yang bisa merugikan orang lain…! Dan ini yang penting lainnya, setan seakan membuat anda fun (Baca : senang dan bahagia) meski itu pada awalnya merugikan orang lain. Nah ujungnya setan pula yang pada akhirnya membuat anda sendiri merugi dan bangkrut segalanya. Lalu siapa ya yang membuat kondisi Negara kita yang makin terpuruk ini…?
Ya… percayalah setan hampir selalu sukses menjalankan missinya. Dan tidak jarang setan juga bisa mengantarkan seseorang menjadi sukses di dunia tanpa orang itu menyadari bahwa itu akibat bantuan/perbuatan setan.
Makna Mati (Mengelabui Ilmu Kematian…)
Artikel ini seakan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan, seperti tema weblog ini. Namun saya hanya ingin menunjukkan bagaimana upaya manusia untuk menggapai kebahagiaan dunia dan juga kebahagiaan akhirat…?
Sekali berarti, setelah itu mati. Salah satu bait puisi Chairil Anwar tersebut mengandung makna yang memalung, terasa sangat dalam. Setiap yang mengalami hidup pasti juga akan merasakan mati. Tapi dalam rentang hidup sebelum mati tersebut ada yang hambar sia-sia dan ada pula yang memprasasti penuh makna.

Setidaknya ada 12 makna mati yaitu : 1). Sudah hilang nyawanya, tidak hidup lagi; 2). Tidak bernyawa, tidak pernah hidup; 3). Tidak berair; 4). Tidak berasa lagi; 5). Padam; 6). Tidak terus, buntu; 7). Tidak dapat berubah lagi, tetap; 8). Sudah tidak dipergunakan lagi; 9). Tidak ada gerak atau kejadian, seperti bubar; 10). Diam atau berhenti; 11). Tidak ramai; 12). Tidak bergerak.
Setiap makhluk yang mengalami mati pasti termasuk ke dalam 12 kategori ini. Orang bisa menilai setiap peristiwa kematian dengan mencocokan termasuk kategori mana. Ada yang mati sama dengan kategori kematian binatang atau tumbuhan, tapi ada yang memang layak dikategorikan matinya manusia.
Epigraf dari kategori kematian tersebut ternyata bisa memunculkan bermacam nama khusus. Misalkan mati sahid, konyol, gugur, tewas, mampus, meninggal dunia, wafat, dan sebagainya. Kematian juga bisa menciptakan beragam emosional orang yang ditinggal, ada yang menangisi dan ada yang bersuka-cita.
Amrozi cs. yang mati karena dieksekusi, ternyata orang dalam menilai kematiannya bisa berbeda. Ada yang menilai mati sahid, ada juga yang menganggap mati biasa dan tidak sahid. Bahkan ada yang menuduh mati konyol.
Bagi yang ”terlanjur” hidup pasti menyadari akan mati. Meski begitu ada yang menyiapkan diri menghadapi kematian dan ada yang tak pernah siap. Bahkan ada yang merasa akan hidup terus dan tak mau mati.
Tapi lepas dari itu semua, mati adalah ilmu maha tinggi yang tidak semua orang berhasil meraih kandungan hikmahnya. Banyak orang gagal total meraih ilmu kematian. Bahkan ada yang mencoba ”mengelabui” ilmu kematian dengan melakukan 2 tindakan yang saling berlawanan. Misal, menunaikan ibadah haji berkali-kali tapi sekaligus melakukan korupsi bertubi-tubi.
Sumber : Kolom Gagasan Suara Merdeka Sabtu, 20 Desember 2008. Ditulis M. Fahrudin Hidayat, Wonosari 12 RT 11/RW 5 Bawang Klaten.
Komentar terkini