Archive for March 10, 2009
Setan hampir selalu sukses…?
Setan ditakdirkan di dunia sebagai pengganggu manusia. Semua agama menuliskan itu dalam alkitabnya. Lalu seperti apakah sebenarnya wujud setan itu dan mengapa dia hampir selalu sukses…?
Kebanyakan manusia tidak menyadari kehadiran setan dalam dirinya, bahkan ada juga manusia yang sengaja membiarkan dia hadir dan berteman dengannya. Ibaratnya meski manusia menentang keras kehadirannya, tetap saja dia menggoda dan hampir selalu sukses melaksanakan missinya. Mengapa bisa begitu…?
Ini semua karena manusia telah gagal mengenali wujud setan sebenarnya. Manusia terjebak oleh imajinasinya sendiri bahwa setan itu nyata, wujudnya jelek dan mengerikan, bisa dilihat dan dirasakan kehadirannya. Acara TV “Dunia Lain” di Trans TV yang diminati banyak pemirsa adalah salah satu contohnya. Sayang acara ini tidak lagi boleh ditayangkan karena banyak kritik, yang katanya berbau musyrik dan bisa menyesatkan…!
Manusia juga sering mengkambinghitamkan setan (padahal mungkin yang benar adalah sebaliknya…?) dengan mengatakan bahwa “ini semua adalah karena perbuatan setan !” Dia sama sekali tidak mau mengakui perbuatan yang telah dilakukannya dan menganggap setanlah yang melakukan semua perbuatan itu.
Hasil kerja setan juga bisa anda simak di beberapa ilustrasi berikut ini. Di tanah suci Makkah (tanah sucinya umat Islam) dan Yerussalem (tanah sucinya umat Nasrani) yang katanya terdapat proteksi khusus terhadap kehadiran setan, nyatanya banyak juga kejahatan di sana. Di bulan Ramadhan yang katanya setan-setan dibelenggu toh banyak juga orang menipu, berbohong, bahkan korupsi yang dilakukan justru oleh orang-orang yang sedang berpuasa. Lagi…!, di saat semua agama mengharuskan kita berbagi kepada sesama yang membutuhkan, dalam pelaksanaannya selalu saja ada muatan-muatan politis yang bersumber dari kesombongan; kepentingan golongan/partai; ingin dipuji dan lain-lain. Dan seterusnya… dan seterusnya…
Cara kerja setan memang hebat ! Dia bisa memanipulasi segalanya sehingga manusia sanggup melakukan ibadah yang tergolong istimewa tetapi di lain pihak diapun juga mampu melakukan dosa besar yang sangat merugikan orang lain; bangsa dan Negara. Dengan kata lain disatu pihak dia berharap surga yang vip tetapi ternyata dia juga menggapai neraka yang jahanam. Baca artikel : mengelabui ilmu kematian.
Bagi saya setan jenis ini lebih berbahaya daripada setan yang berwujud (Baca : menampakkan diri). Karena, saya pasti yakin anda juga setuju, jika saya berperang terhadap dia tentu saya lebih suka jika dia menampakkan diri daripada terus bersembunyi. Bersembunyi atau bahkan bersemayam dalam diri kita adalah salah satu ilmu setan yang luar biasa. Ilmu dia yang lain adalah senantiasa mengganggu kita tanpa kita menyadarinya.
Anda masih belum yakin bahwa setan hampir selalu sukses ? Baik…, saya akan coba beri ilustrasi lagi sedikit. Setiap hari saya yakin anda hampir pasti bersiasat dengan waktu, berkata atau bertingkah laku tidak sesuai hati nurani, menyusahkan orang lain sekecil apapun, tidak jujur dan berbohong. Ini terjadi karena kita harus berinteraksi dengan orang lain setiap harinya. Lainnya…!, bagi pelajar dan mahasiswa saya sangat yakin bahwa anda dalam ujian hampir selalu berupaya menyontek. Bagi guru dan dosen, saya sangat yakin bahwa anda dalam mengajar hampir selalu tidak berupaya mengembangkan materi ajar. Bagi karyawan, anda pasti jarang bekerja dengan sungguh-sungguh kecuali bila ada bonusnya/penghargaannya. Bagi para pemimpin, wah yang ini banyak sekali…!
Ok…, sekarang saya yakin anda sudah tahu apa yang saya maksud. Tetapi saya juga yakin bahwa anda pasti menolak bahwa itu perbuatan setan. Terbukti anda masih melakukan perbuatan tercela, sekecil apapun, yang bisa merugikan orang lain…! Dan ini yang penting lainnya, setan seakan membuat anda fun (Baca : senang dan bahagia) meski itu pada awalnya merugikan orang lain. Nah ujungnya setan pula yang pada akhirnya membuat anda sendiri merugi dan bangkrut segalanya. Lalu siapa ya yang membuat kondisi Negara kita yang makin terpuruk ini…?
Ya… percayalah setan hampir selalu sukses menjalankan missinya. Dan tidak jarang setan juga bisa mengantarkan seseorang menjadi sukses di dunia tanpa orang itu menyadari bahwa itu akibat bantuan/perbuatan setan.
Makna Mati (Mengelabui Ilmu Kematian…)
Artikel ini seakan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan, seperti tema weblog ini. Namun saya hanya ingin menunjukkan bagaimana upaya manusia untuk menggapai kebahagiaan dunia dan juga kebahagiaan akhirat…?
Sekali berarti, setelah itu mati. Salah satu bait puisi Chairil Anwar tersebut mengandung makna yang memalung, terasa sangat dalam. Setiap yang mengalami hidup pasti juga akan merasakan mati. Tapi dalam rentang hidup sebelum mati tersebut ada yang hambar sia-sia dan ada pula yang memprasasti penuh makna.

Setidaknya ada 12 makna mati yaitu : 1). Sudah hilang nyawanya, tidak hidup lagi; 2). Tidak bernyawa, tidak pernah hidup; 3). Tidak berair; 4). Tidak berasa lagi; 5). Padam; 6). Tidak terus, buntu; 7). Tidak dapat berubah lagi, tetap; 8). Sudah tidak dipergunakan lagi; 9). Tidak ada gerak atau kejadian, seperti bubar; 10). Diam atau berhenti; 11). Tidak ramai; 12). Tidak bergerak.
Setiap makhluk yang mengalami mati pasti termasuk ke dalam 12 kategori ini. Orang bisa menilai setiap peristiwa kematian dengan mencocokan termasuk kategori mana. Ada yang mati sama dengan kategori kematian binatang atau tumbuhan, tapi ada yang memang layak dikategorikan matinya manusia.
Epigraf dari kategori kematian tersebut ternyata bisa memunculkan bermacam nama khusus. Misalkan mati sahid, konyol, gugur, tewas, mampus, meninggal dunia, wafat, dan sebagainya. Kematian juga bisa menciptakan beragam emosional orang yang ditinggal, ada yang menangisi dan ada yang bersuka-cita.
Amrozi cs. yang mati karena dieksekusi, ternyata orang dalam menilai kematiannya bisa berbeda. Ada yang menilai mati sahid, ada juga yang menganggap mati biasa dan tidak sahid. Bahkan ada yang menuduh mati konyol.
Bagi yang ”terlanjur” hidup pasti menyadari akan mati. Meski begitu ada yang menyiapkan diri menghadapi kematian dan ada yang tak pernah siap. Bahkan ada yang merasa akan hidup terus dan tak mau mati.
Tapi lepas dari itu semua, mati adalah ilmu maha tinggi yang tidak semua orang berhasil meraih kandungan hikmahnya. Banyak orang gagal total meraih ilmu kematian. Bahkan ada yang mencoba ”mengelabui” ilmu kematian dengan melakukan 2 tindakan yang saling berlawanan. Misal, menunaikan ibadah haji berkali-kali tapi sekaligus melakukan korupsi bertubi-tubi.
Sumber : Kolom Gagasan Suara Merdeka Sabtu, 20 Desember 2008. Ditulis M. Fahrudin Hidayat, Wonosari 12 RT 11/RW 5 Bawang Klaten.
Komentar terkini