Makna Mati (Mengelabui Ilmu Kematian…)
March 10, 2009 at 1:14 am 6 comments
Artikel ini seakan tidak ada hubungannya dengan kesuksesan, seperti tema weblog ini. Namun saya hanya ingin menunjukkan bagaimana upaya manusia untuk menggapai kebahagiaan dunia dan juga kebahagiaan akhirat…?
Sekali berarti, setelah itu mati. Salah satu bait puisi Chairil Anwar tersebut mengandung makna yang memalung, terasa sangat dalam. Setiap yang mengalami hidup pasti juga akan merasakan mati. Tapi dalam rentang hidup sebelum mati tersebut ada yang hambar sia-sia dan ada pula yang memprasasti penuh makna.

Setidaknya ada 12 makna mati yaitu : 1). Sudah hilang nyawanya, tidak hidup lagi; 2). Tidak bernyawa, tidak pernah hidup; 3). Tidak berair; 4). Tidak berasa lagi; 5). Padam; 6). Tidak terus, buntu; 7). Tidak dapat berubah lagi, tetap; 8). Sudah tidak dipergunakan lagi; 9). Tidak ada gerak atau kejadian, seperti bubar; 10). Diam atau berhenti; 11). Tidak ramai; 12). Tidak bergerak.
Setiap makhluk yang mengalami mati pasti termasuk ke dalam 12 kategori ini. Orang bisa menilai setiap peristiwa kematian dengan mencocokan termasuk kategori mana. Ada yang mati sama dengan kategori kematian binatang atau tumbuhan, tapi ada yang memang layak dikategorikan matinya manusia.
Epigraf dari kategori kematian tersebut ternyata bisa memunculkan bermacam nama khusus. Misalkan mati sahid, konyol, gugur, tewas, mampus, meninggal dunia, wafat, dan sebagainya. Kematian juga bisa menciptakan beragam emosional orang yang ditinggal, ada yang menangisi dan ada yang bersuka-cita.
Amrozi cs. yang mati karena dieksekusi, ternyata orang dalam menilai kematiannya bisa berbeda. Ada yang menilai mati sahid, ada juga yang menganggap mati biasa dan tidak sahid. Bahkan ada yang menuduh mati konyol.
Bagi yang ”terlanjur” hidup pasti menyadari akan mati. Meski begitu ada yang menyiapkan diri menghadapi kematian dan ada yang tak pernah siap. Bahkan ada yang merasa akan hidup terus dan tak mau mati.
Tapi lepas dari itu semua, mati adalah ilmu maha tinggi yang tidak semua orang berhasil meraih kandungan hikmahnya. Banyak orang gagal total meraih ilmu kematian. Bahkan ada yang mencoba ”mengelabui” ilmu kematian dengan melakukan 2 tindakan yang saling berlawanan. Misal, menunaikan ibadah haji berkali-kali tapi sekaligus melakukan korupsi bertubi-tubi.
Sumber : Kolom Gagasan Suara Merdeka Sabtu, 20 Desember 2008. Ditulis M. Fahrudin Hidayat, Wonosari 12 RT 11/RW 5 Bawang Klaten.
Entry filed under: Ilmu Kematian. Tags: cara sukses, Ibadah, Ilmu, Mati.
1.
Ani Juwita | April 1, 2009 at 7:27 am
Kok bisa-bisanya sih manusia itu ? Berani-beraninya mengelabui Sang Pencipta ! Dari dulu saya bertanya bagaimana caranya ya agar manusia takut dengan Penciptanya ?
Mungkin ceramah-ceramah Agama kurang keras memberi penekanan pada dosa-dosa yang tak terampuni.
2.
howtogetsuccess | April 5, 2009 at 11:11 am
Setuju…! Di bulan Ramadhan sering kita dengar bahwa hanya lapar dan dahaga saja yang akan kita peroleh kalo kita tidak mampu menahan hawa nafsu. Kalimat ini khan juga berlaku untuk seluruh ibadah ritual yang kita lakukan bisa batal semuanya kalo kita melakukan dosa-dosa yang tak terampuni.
Tolong bapak-bapak ustadz sering-sering ini dikemukakan dalam ceramah-ceramah njenengan.
3.
Agus Handoko | April 1, 2009 at 7:34 am
Setuju…! Ilmu mati memang susah, lha wong ilmu hidup saja juga susah. Mungkin mas/mbak tahu arti “hidup tak mau, mati tak hendak”. Bagi yang terlanjur hidup ya buat hidup ini menjadi berarti. Gitu loh…
Bagus artikelnya, terus menulis yang beginian biar banyak orang Indonesia jadi sadar; tidak sombong; dan rajin bersodaqoh.
4.
jose | April 11, 2009 at 2:47 pm
Kematian adalah sesuatu yang pasti, maka harus kita persiapkan dari sekarang. namun permasalahannya hanya segelintir orang yang benar benar siap. bagaimana dengan kesiapan anda?????? termasuk saya..??? mari kita renungkan …..
5.
M.Fahrudin Hidayat | September 9, 2010 at 2:46 am
trimakasih tulisan saya dimuat di blog ini. Tapi maaf alamat saya sedikit ada kekeliruan. Yang benar : M.Fahrudin Hidayat Ringin RT 11 RW 5 No.12 Wonosari,Bawang,Batang (bukan Klaten lho) 51274. No.HP: 081578717081
6.
aziz | June 5, 2011 at 6:36 am
saya aziz rohan dari klang selangor. malaysia. saya amat2 tertarik pd pernerangan ilmu mati ini. saya amat keliru apakah maksud mati yg sebenarnya selain jasad berpisah dgn hayat?