Archive for September 1, 2009

Dampak puasa ramadhan

Siapapun orangnya selalu berharap puasa ramadhan berdampak positip pada dirinya. Dampak positip ini memang layak diharapkan karena dalam AlQur’an, Allah SWT. menjanjikan pahala berlipat-lipat bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan. Itu sebabnya umat Islam di Indonesia selalu berusaha melaksanakan ibadah sebanyak mungkin di setiap bulan itu dibanding 11 bulan lainnya. Hal ini terlihat dari lebih banyaknya orang yang melaksanakan aktifitas ibadah ritual di masjid-masjid dan surau-surau serta mendengarkan ceramah-ceramah agama, semakin banyak orang yang shallat Tahajud, dan semakin banyak saja orang yang nampak lebih rela bersedekah dibanding bulan-bulan lainnya.

Artikel ini tidak akan membahas keutamaan ibadah di bulan ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya, apalagi membahas dampak positip pahala yang akan diperoleh, karena sudah banyak artikel maupun ceramah agama yang membahasnya. Pembahasan di sini tidak serius-serius amat, hanya sharing dan sekedar mengingatkan saja, mengenai ciri-ciri orang yang berpuasa dan dampak positip yang seharusnya timbul setelah bulan ramadhan berlalu. Dampak negatifnya juga ada dan akan dibahas di sini pula…! Karena tidak serius itulah artikel ini sengaja diberi judul seperti di atas.

Arti puasa
Arti harfiah puasa adalah tidak makan dan minum selama jangka waktu tertentu. Karena arti harfiahnya begitu, ya sudah tentu puasa berbeda dengan diet…! Puasa juga ada yang diwajibkan dan tidak diwajibkan, dan ada yang berkaitan dengan ritual keagamaan maupun yang tidak berkaitan sama sekali.

Dalam Islam puasa berarti tidak makan dan minum sejak sebelum matahari terbit hingga tenggelamnya matahari (ya kalau di Indonesia sekitar 13 jam lah…!). Saat mengawali puasanya umat Islam selalu mendahuluinya dengan makan sahur dan mengakhirinya dengan makan berbuka puasa. Hal ini artinya dalam berpuasa setiap umat Islam hanya makan 2 kali dalam sehari, sementara saat tidak berpuasa mereka makan 3 kali sehari. Puasa yang berkaitan dengan ritual agama Islam ini ada yang diwajibkan (puasa ramadhan) dan yang tidak diwajibkan (puasa sunnah). Kalau puasa sunnah prinsipnya ”terserah”, dilakukan boleh tidak dilakukan juga boleh, jumlah harinya juga ”bebas” sehari puasa sehari tidak puasa atau seminggu sekali puasa juga boleh. Namun demikian waktu puasanya tetap mengacu pada pedoman seperti dikemukakan di atas yaitu ”tidak makan dan minum sejak sebelum matahari terbit hingga tenggelamnya matahari”.

Puasa ramadhan lebih hebat lagi…, selain diwajibkan bagi umat Islam, jumlah hari puasanya lama (sebulan penuh) dan berurutan. Ini yang membedakan dengan puasa sunnah lainnya. Selain itu di puasa ramadhan karena dijanjikan pahala berlimpah, para penceramah/mubalik bahkan selalu mengatakan ”umat Islam yang memahami… pasti senantiasa merindukan datangnya bulan ramadhan dan mengharapkan setiap bulan sebagai bulan ramadhan”. Nah kalau dihitung selama bulan ramadhan saja umat Islam berpuasa setidaknya selama = 13 jam x 30 hari = 390 jam serta makan hanya = 2 x 30 hari = 60 kali. Makna dari angka-angka ini akan saya kemukakan nanti…

Selain puasa yang berkaitan dengan (terutama) ritual keagamaan, puasa juga diwajibkan bagi mereka yang akan menjalani check-up kesehatan maupun operasi pembedahan. Puasa yang diwajibkan di sini jangka waktunya antara 8 s/d 12 jam. Puasa pasca operasi pembedahan bahkan lebih nggegirisi karena diwajibkan berpuasa sepanjang waktu (bisa lebih dari sehari) tanpa makan-minum ”dalam kondisi kesakitan” dan baru boleh berbuka setelah bisa kentut (maaf…!). Khusus yang terakhir ini coba bandingkan puasa anda ”dalam keadaan sehat” dengan puasa mereka yang ”pasca operasi pembedahan”.

Puasanya hewan juga jauh lebih hebat…! Hewan-hewan seperti ular, unta, kukang, ayam yang sedang mengerami, ikan, dan beruang sanggup berpuasa tanpa makan dan minum selama berhari-hari atau bahkan ada yang sampai berbulan-bulan (http://www.rileks.com/entertainment/ragam/omg/4542-hewan-hewan-yang-suka-berpuasa-lama.html dan http://www.tempointeraktif.com/hg/hikmah_puasa/2009/08/24/brk,20090824-194160,id.html). Jadi puasa kita sebagai umat Islam jika dibandingkan dengan beberapa binatang di atas ”benar-benar tidak ada apa-apanya…!”.

Puasa yang saya maksudkan di sini selain berbeda dengan puasa diet juga berbeda dengan orang atau hewan yang puasa tidak makan/minum karena memang tidak ada yang bisa dimakan/diminum. Puasa ini tentu lebih gawat…! Ibaratnya ”jangankan untuk makan sehari-hari, untuk sahur dan berbuka saja tidak ada lagi yang bisa dimakan…”. Parahnya kondisi ini bagi beberapa orang dan hewan (mungkin sekarang jumlahnya cukup banyak ?) bisa berlangsung lama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Orang-orang yang tidak beruntung seperti ini mungkin tidak lagi bisa (sulit) membedakan saat wajib berpuasa di bulan ramadhan dengan kehidupan puasa mereka sehari-hari.

Dalam keseharian, istilah puasa kini juga dikait-kaitkan dengan aktifitas kehidupan lain yang bermanfaat selain arti tidak makan dan minum di atas. Misalnya puasa sabar supaya menjadi lebih sabar, puasa maklum supaya lebih tinggi kadar permaklumannya dan menjadi lebih ikhlas, dan lain-lain. Puasa-puasa jenis ini diluar scope pembahasan.

Ciri-ciri orang berpuasa ramadhan
Ciri-ciri orang berpuasa ramadhan yang akan dibahas di sini adalah ciri-ciri fisik yang seharusnya nampak dan ciri-ciri lain yang seharusnya muncul selama menjalankan ibadah puasa maupun setelah bulan ramadhan berlalu. Jadi disini sama sekali tidak akan membahas ciri-ciri lain orang berpuasa ramadhan yang berkaitan dengan aktifitas ibadah ritualnya, karena telah banyak dikemukakan pada beberapa artikel maupun ceramah-ceramah agama.

Baiklah saya akan mulai dengan ciri-ciri fisik tapi sebelumnya harus saya kemukakan dulu bahwa ”kerja membutuhkan asupan energi, tanpa asupan energi yang cukup jangan harap memperoleh kerja yang maksimal…!”. Itu definisi umum yang merelasikan antara energi vs usaha. Untuk manusia dan hewan asupan energi ini terutama diperoleh dari makanan dan minuman, namun karena kerja yang dilakukannya sehari-hari sering lebih kecil daripada asupan energinya maka sebagian energi tsb. ditimbun dalam tubuh begitu seterusnya setiap hari. Ya logis lah…, mesin juga analoginya begitu ! Statement ini harus saya kemukakan dulu di awal karena berkaitan dengan pembahasan selanjutnya.

Secara fisik orang yang melaksanakan ibadah puasa ramadhan ”seperti biasa (tidak berlebihan atau seperti sehari-harinya)” ciri-cirinya seharusnya terlihat dari :

1. Berat badannya turun

Saat berpuasa umat Islam makan hanya 2 kali sehari yang berarti asupan energinya lebih kecil dibanding hari biasa yang makan 3 kali sehari. Kalau anda tetap beraktifitas normal dan tetap berolahraga (apalagi + shollat tarawih), dijamin berat badan anda pasti turun.

2. Ngantukan dan aras-arasen (agak malas)

Jika anda tetap beraktifitas normal, konsekuensi puasa dibulan ramadhan adalah waktu ”meleknya” lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Nah sudah menahan lapar dan dahaga selama 13 jam, tetap beraktifitas biasa, shollat tarawih dan harus bangun makan sahur maka ya pastilah ngantukan dan aras-arasen tho…?

3. Tidak mudah marah dan lebih sabar

Hasil penelitian menunjukkan kalau kita ”tersenyum” hanya menggerakkan 26 otot wajah saja, sebaliknya kalau ”cemberut” apalagi ”marah” otot wajah yang aktif lebih dari 6 kalinya (ya setidaknya 169 otot wajah-lah…!). Apalagi kalau sambil nggedor meja, otot tubuh yang aktif bisa lebih banyak lagi. Semua ini butuh energi & karena asupan energinya berkurang ya jadi lebih sabar bukan ?

4. Nampak lebih sehat

Jika tubuh kita diibaratkan mesin maka dia bekerja terus-menerus menggiling ”tanpa henti (setidaknya 13 – 15 jam sehari)” sepanjang tahun atau setara dengan 4680 jam. Hitungan kasarnya jika saat ini kita berumur 40 tahun, maka mesin tubuh kita telah bekerja sebanyak = 4680 x 40 = 187.200 jam. Kalau sepanjang tahun tersebut mesin kita ”tidak bekerja terlalu berat”, dijamin pasti awet deh…! atau panjang umurlah…! Nah puasa ramadhan yang 1 bulan penuh dalam setahun itu setidaknya mengistirahatkan mesin kita selama = 13 jam x 30 hari = 390 jam atau hanya = 390/4680 x 100% = 8.33% setahun. Tidak banyak, tapi cukuplah…! Bayangkan kalau kita tidak diwajibkan puasa ramadhan dan makanan dan minuman yang kita konsumsi memaksa mesin bekerja keras sepanjang hari, dijamin tidak lama pasti ”turun mesin”. Ya tho…!

5. Nampak lebih rela bersedekah

Selama berpuasa ramadhan umat Islam seharusnya bisa menabung = 1 kali makan/hari x 30 hari x Rp. 10.000,- = Rp. 300.000,-. Barangkali munculnya dorongan untuk ”rela” bersedekah lebih banyak ini karena faktor di atas ataukah karena faktor iming-iming pahala yang berlipat ya ?

Sedangkan ciri-ciri lain yang seharusnya muncul selama menjalankan ibadah puasa maupun setelah bulan ramadhan berlalu adalah berkaitan dengan ciri-ciri fisik yang telah dikemukakan di atas. Saya berpendapat bahwa seseorang yang dinyatakan lulus dalam menjalankan puasa ramadhan adalah mereka yang memiliki ciri-ciri : (1). makin sabar dan tidak mudah marah, (2). makin ringan dan ikhlas dalam bersodaqoh, (3). makin logis dalam berpikir dan bertindak, (4). makin jujur, (5). makin bisa menghargai orang lain, dan (6). makin sehat. Kata ”makin” di sini memiliki makna lebih baik/lebih tinggi dari ukuran ketika sebelum bulan ramadhan dimulai. Ciri-ciri ini memang bersifat kualitatif tapi pasti bisa diukur sendiri oleh setiap orang yang menjalankan ibadah puasa ramadhan. Berbeda dengan ciri-ciri fisik di atas yang mungkin orang lainpun bisa menilai keberhasilan puasa kita.

Hari kemenangan
Kebanyakan umat Islam dan para mubaliq di Indonesia berpendapat bahwa bulan puasa ramadhan adalah sebagai ”bulan peperangan melawan hawa nafsu”, sehingga di akhir bulan tersebut esoknya tibalah ”hari kemenangan” yang dinanti-nantikan itu. Tentu siapapun sepakat bahwa kata menang hampir selalu diikuti dengan merayakan dan itu pula sebabnya kita memiliki tradisi ”hari raya iedul fitri”.

Barangkali yang tidak disadari oleh umat Islam di Indonesia adalah kombinasi kata-kata ”kemenangan – perayaan – pesta pora (meriah)” ini telah melahirkan bisnis super besar, di bulan itu saja, setiap tahun yang melibatkan uang puluhan triliun Rupiah. Ini semua tidak lepas dari euforia masyarakat Indonesia dalam menyambut dan melaksanakan puasa ramadhan serta merayakan hari kemenangan yang berefek pada munculnya ”gairah berbelanja dan tradisi mudik yang luar biasa”. Mungkin ini pula yang menyebabkan munculnya peningkatan tindak kejahatan dan pencurian; kesemrawutan transportasi; kekacauan pembagian zakat dan lain-lain di beberapa daerah setiap tahun, seperti diberitakan oleh banyak mass media.

Oleh karena itu ketika saya beranggapan umat Islam seharusnya bisa menabung di bulan ramadhan (untuk disedekahkan ?) ternyata ”keliru”, mereka bahkan ”lebih boros” daripada bulan-bulan lainnya. Ketika saya berharap mereka bisa lebih bersedekah ternyata ”meleset” karena uangnya habis untuk pengeluaran puasa selama ramadhan yang justru lebih banyak daripada bulan-bulan lainnya. Bahkan ketika saya berharap umat Islam menjadi lebih sabar dan sehat jiwa dan raga baik selama maupun pasca ramadhan ternyata lebih gawat, mereka tenggelam dalam ”kemeriahan pesta kemenangan yang super”. Jangankan berpikir untuk ”orang kecil” untuk diri dan keluarganya saja terpaksa harus hutang atau menggadaikan barang atau mungkin korupsi sekadar memenuhi euforia menyambut hari kemenangan tersebut. Berat badan mereka tidak malah turun tetapi malah naik, beberapa orang bahkan nampak lebih kaya daripada sebelum ramadhan, tetapi kebanyakan orang malah jatuh miskin dan terpuruk, dan mereka menjadi ”sedikit liar” dan tidak sabar ketika menghadapi kemacetan lalin. Pokoknya seru banget…!

Saya lalu bertanya pada diri sendiri puasa ramadhan yang bagaimana ya supaya kita bisa seperti lahir kembali (jujur dan tanpa dosa dong pastinya…) ?. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menang dalam menghadapi ”peperangan hawa nafsu di 11 bulan non-ramadhan”, karena baru sesaat bulan ramadhan berlalu saja ”keliaran kita” sudah nampak ?. Dan terakhir, bagaimana caranya ya agar puasa kita sama nilainya dimata Allah SWT. dengan puasanya orang miskin ? Kalau keadaannya begini dari tahun-ketahun saya yakin kebanyakan diantara kita tidak lulus setiap kali bulan ramadhan berlalu, karena kita tidak lagi punya ”amunisi” yang cukup untuk menghadapi peperangan hawa nafsu di 11 bulan non-ramadhan berikutnya. Wallahualam….?

September 1, 2009 at 4:20 am Leave a comment


Kontak saya

rmt.bowo@gmail.com

INFO TUGAS ELEMEN MESIN I

Ketentuan dan kriteria penilaian TUGAS ELEMEN MESIN I Smt Genap 2011-2012 dapat anda download di sini "Apakah saya punya peluang meraih 40% point maksimal?".

Info Buku STATIKA STRUKTUR

Bagi para mahasiswa Jurusan Teknik Mesin dan Teknik Industri silahkan lihat info terbaru buku Statika Struktur. Selanjutnya silahkan order langsung ke alamat tersebut atau klik Order Sekarang .

Kalender

September 2009
M T W T F S S
« Mar   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Categories

10 Artikel Menarik

Jumlah Pengunjung

  • 11,296 Orang

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.