Archive for March, 2010
Belajar di PT berbeda dengan di SMA
Banyak perbedaan (situasi) belajar di Perguruan Tinggi bila dibandingkan dengan di SMA, setidaknya pada beberapa hal seperti tertulis di bawah ini :
- Di SMA pelajaran dimulai dan berakhir pada jam yang sama. Bahkan awal masuk, istirahat dan pulang juga pada jam yang sama.
- Di SMA harus pakai pakaian seragam.
- Tidak mengenal “tidak lulus” satu atau lebih mata pelajaran tertentu, yang ada “tidak naik kelas”.
- Siswa di SMA biasanya hanya dianjurkan membaca/memiliki 1 buku referensi untuk setiap mata pelajaran.
- Seluruh referensi mata pelajaran di SMA ditulis/dicetak dalam Bahasa Indonesia, kecuali pelajaran Bahasa Asing.
- Sistim pembelajaran di SMA umumnya diarahkan untuk menjawab soal-soal. Itu sebabnya buku-buku referensi yang digunakan umumnya “miskin teori”, “miskin penjelasan”, “miskin gambar-gambar ilustrasi”, dan jumlah halamannya sedikit.
- Jumlah mata pelajaran di SMA setiap semester lebih banyak.
- Jumlah dan jenis mata pelajaran per-semester yang diambil/diikuti seluruh siswa tiap angkatan sama. Di PT bisa berbeda, tergantung perolehan IP semester yang lalu atau karena mengulang dan/atau perbaikan.
- Jumlah materi yang dibahas setiap mata pelajaran di PT jauh lebih banyak dan rumit dibandingkan di SMA.
- Kebanyakan guru di SMA menjelaskan secara detil setiap materi pelajaran di kelas, sedangkan dosen di PT lebih bersifat sebagai “motivator”.
- Di SMA pada saat jam pelajaran tidak ada siswa berkeliaran di luar kelas. Suasananya “hening” di luar kelas sehingga siswa bisa lebih fokus dalam belajar.
- Di SMA jauh lebih disiplin, baik guru maupun siswa, dibandingkan di PT. Dosen hadir mengajar tidak tepat waktu, lama mengajar kurang dari jatah waktu yang ditentukan atau bahkan mangkir mengajar sudah biasa di PT di Indonesia.
- Kebanyakan mahasiswa tinggal tidak bersama ortu-nya (atau kost) dan harus mengatur segalanya sendiri mulai kapan tidur dan bangun, olah raga, jeng-jeng, makan, belajar sendiri maupun kelompok, bersantai, nyuci dan setrika pakaian, pacaran, hingga mengelola keuangan.
- Belajar di SMA umumnya bukanlah tujuan akhir pendidikan, sementara setelah lulus PT harapannya bisa langsung kerja.
- Di SMA ada ujian nasional, di PT tidak ada.
- Lulus SMA umumnya bareng-bareng, di PT lulus sarjananya bisa berbeda waktunya.
- Dan masih banyak lagi.
Dari uraian di atas nampak jelas bahwa perbedaan (situasi) belajar di SMA dengan di PT ini bisa menimbulkan permasalahan serius dalam belajar. Perbedaan ini menimbulkan “keterkejutan” khususnya bagi para mahasiswa baru, terutama pada point 4; 5; 9; 11 dan 12. Keterkejutan yang berakibat kurang “percaya diri” ini bahkan bisa berlangsung hingga semester ke IV. Ilustrasinya dapat dilihat pada point 11 dan 12. Point 11 yang berkaitan dengan suasana akademik yang kurang kondusif dan point 12 yang berkaitan dengan tidak disiplinnya dosen di sebagian besar PT di Indonesia, merupakan perbedaan mencolok antara belajar di SMA dengan di PT yang bisa sangat berpengaruh terhadap semangat belajar para mahasiswa.
Selain itu tuntutan kemandirian yang lebih besar juga menimbulkan “shock” tersendiri ketika belajar di PT. Tengok point 10, cara mengajar dosen yang kurang jelas dan fokus bisa menambah kebingungan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Mereka memang harus banyak belajar sendiri, tetapi kalau “kuncinya” saja tidak berhasil mereka temukan lalu bagaimana “membukanya”…! Point 13 juga merupakan penyumbang cukup besar kegagalan siswa dalam belajar, khususnya pada pendisiplinan waktu belajar. Para mahasiswa terjebak pada rutinitas aktifitas hidupnya yang menyita waktu; lebih banyak nyantai; bersenang-senang sambil berolah-raga; berlama-lama komunikasi dengan HP, pacaran tidak kenal waktu; dan lain-lain, apalagi jauh dari pengamatan ortunya.
Ayo bangkit dan semangat…! Jangan bingung “bagaikan ayam kehilangan induknya” atau jangan menjadi liar “seperti burung lepas dari sangkarnya”, sebab perjalanan anda masih sangat panjang. Kalau manusia tahu kapan akan meninggal, niscaya seluruh sisa hidupnya akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna. Demikian juga anda, kalau anda tahu bahwa kunci kesuksesan kuliah hanya dengan belajar pasti anda akan bersemangat dan disiplin dalam belajar. Di dunia ini berlaku hukum sebab-akibat dan waktu terus berjalan, tidak ada cara untuk membaliknya…!, maka manfaatkanlah waktu anda sebaik mungkin sebelum “dia (waktu)” menggilas anda tanpa kenal ampun.
Selamat belajar dan semoga sukses. Saya akan menulis di artikel berikutnya tentang mengelola waktu yang efektif, khususnya pada strategi belajar di PT.
Komentar terkini