Archive for April, 2010
Sukses Belajar di Perguruan Tinggi
Belajar di PT berbeda dengan di SMA. Agar bisa sukses anda harus mengatur strategi dalam belajar. Bagaimana caranya…? Ikuti penjelasan di bawah ini, namun sebelum itu pemahaman anda tentang SKS, KRS dan IP perlu disegarkan lagi.
Sistim SKS
Kurikulum dan sistim pembelajaran di PT umumnya menggunakan SKS (Satuan Kredit Semester) penuh. Matakuliah yang materinya banyak dan tingkat kesulitannya tinggi diberi bobot SKS besar, demikian juga sebaliknya. Setiap semester total SKS jarang melebihi 20 SKS. Semua sudah diatur dan direncanakan matang oleh para dosen, pakar pendidikan, dan stake holder dan hasilnya seperti tertuang dalam kurikulum_2007_mesin-undip.
Lalu apa makna SKS itu ? Bobot 1 SKS setara dengan 3 jam. Perinciannya 1 jam untuk kuliah atau tatap muka di kelas, dan 2 jam yang lain untuk belajar sendiri dan kelompok (termasuk untuk mengerjakan tugas-tugas). Misalnya suatu matakuliah diberi bobot 3 SKS, itu artinya anda wajib kuliah 3 jam serta belajar sendiri dan kelompok sebanyak 6 jam setiap minggunya. Jika di suatu semester anda mengisi di KRS (Kartu Rencana Studi) sebanyak 20 SKS, berarti anda harus menyisihkan waktu 20 jam untuk kuliah dan 40 jam untuk belajar setiap minggunya. Jadi totalnya 60 jam perminggu…! Sekarang terbayang sudah berapa banyak waktu anda yang tersisa untuk santai, makan, jeng-jeng, futsal, nyuci dan setrika pakaian, pacaran, dan lain-lain.
Pengisian KRS
Setiap awal semester semua mahasiswa wajib mengisi KRS. KRS berisi rencana matakuliah yang akan anda ikuti di semester tersebut. Bagi mahasiswa baru (di semester I–II) jenis dan jumlah matakuliah biasanya sama, mirip seperti di SMA. Di semester berikutnya bisa berbeda tergantung perolehan IPS (Indeks Prestasi Semester) sebelumnya. Misalnya seorang mahasiswa berhasil meraih IPS = 3, maka dia berhak mengambil 24 SKS. Karena jumlah SKS di semester yang akan diikuti hanya 20 SKS, maka dia berhak mengambil 4 SKS di semester berikutnya. Jika ini terjadi di seluruh semester sangat dimungkinkan mahasiswa yang bersangkutan lulus sarjana lebih cepat dan meraih predikat cum–laude. Perhatikan disini letak perbedaan lulus cepat antara di PT dan di SMA pada kelas Akselerasi maupun kelas Reguler.
Di artikel sebelumnya Belajar di PT berbeda dengan di SMA saya juga menulis bahwa mahasiswa 1 angkatan tidak selalu selamanya 1 kelas. Uraian ini setidaknya memperjelas mengapa itu bisa terjadi, dimana seorang mahasiswa bisa saja di suatu semester dia mengambil matakuliah di semester berikutnya atau bahkan di bawahnya karena mengulang atau perbaikan.
Setiap mahasiswa dalam merencanakan jenis dan jumlah matakuliah yang akan diambil dibantu oleh seorang “dosen wali”. Dosen wali inilah yang akan membantu mahasiswa menjelaskan jumlah SKS maksimal yang boleh diambil, menyarankan matakuliah apa saja yang sebaiknya diambil, tingkat kesulitan matakuliah yang akan diikuti, dan membantu merencanakan meraih kesuksesan dalam belajar. Sekali lagi…, ini perbedaan mendasar antara belajar di PT dengan di SMA. Kalau di SMA semuanya paket, di PT anda “harus bisa mandiri dan merencanakan keberhasilan anda sendiri”.
Indeks Prestasi
Keberhasilan studi di PT salah satunya diukur dengan IP, baik IPS maupun IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Petunjuk perhitungan IP ini dapat anda lihat di Buku PERAK Fakultas/Universitas (Perak: Peraturan Akademik). Sudahkah anda memiliki Buku tersebut ? Buku ini sebaiknya anda miliki karena disitu tercantum hak-hak dan kewajiban anda sebagai mahasiswa.
Baiklah saya akan tuliskan disini cara menghitung IP agar keseluruhan isi artikel ini dapat anda pahami secara utuh.
Nilai yang dimaksud di sini adalah dalam bentuk “indeks nilai” yaitu A = 4, B = 3, C = 2, D = 1 dan E = 0. Contoh perhitungan IPS dapat anda lihat di sini Contoh Perhitungan IPS.
Ok…!, pasti sekarang anda sudah paham kalau di suatu semester anda mengambil 20 SKS dan nilai seluruhnya B, maka IPS anda = 3. Jika 1 saja mata kuliah nilainya A, maka IPS anda > 3. Sebaliknya jika terdapat 1 mata kuliah nilainya C, maka IPS anda < 3. Lihat di sini…!, betapa pentingnya anda memahami kalkulasi IP ini dalam merencanakan kesuksesan belajar di PT.
Ukuran sukses belajar di PT
Sukses belajar di PT diukur terutama dari perolehan IPS, bukan IPK. Mengapa demikian ? IPK hanya mencantumkan seluruh mata kuliah yang telah anda ikuti yang nilainya ≥ C, mata kuliah yang nilainya D apalagi E tidak dimasukkan. Sehingga seringkali IPS anda rendah saat ini, tetapi IPK-nya bisa tinggi.
Ukuran kesuksesan yang lain adalah jumlah SKS (atau jumlah mata kuliah) yang telah anda ikuti dan lulus. Lihat di sini…! kalau anda terlalu sering melakukan “perbaikan” apalagi “mengulang”, nilai-nilai mata kuliah anda mungkin saja jadi lebih baik; IPK-nya juga meningkat; tetapi waktu studi anda jadi lebih panjang. Pacar anda sudah lulus dan bekerja, anda masih berstatus sebagai mahasiswa “abadi”.
Penting untuk diperhatikan…! Beberapa PT bahkan sudah mengatur evaluasi studi mahasiswa tiap 2 dan/atau 4 semester berdasar pada perolehan IPK dan SKS, yang dikukuhkan melalui SK Rektor. Misalnya pada periode evaluasi 4 semester, jika perolehan IPK < 2 dan SKS < 30, maka anda mendapat status “RAWAN DO”. Bentuk dan bunyi peraturan serta batas nilai kuantitatifnya bisa berbeda tiap PT, yang bisa anda lihat di Buku PERAK.
Ukuran kesuksesan yang tidak kalah penting adalah pemahaman terhadap seluruh materi setiap mata kuliah yang telah anda ikuti. Ingat…! di artikel sebelumnya “Belajar di PT berbeda dengan di SMA” telah saya tulis bahwa umumnya belajar di PT adalah merupakan tujuan akhir pendidikan. Itu artinya ilmu yang anda ikuti di PT sangat diharapkan bisa menjadi bekal utama anda dalam bekerja. Kalau “sekedar ingin lulus” tetapi pemahaman anda terhadap seluruh materi setiap mata kuliah yang telah anda ikuti sangat rendah, bagaimana nantinya anda bisa bekerja dengan baik…? Perhatikan kata-kata saya “sekedar ingin…”, karena sekedar ingin inilah banyak mahasiswa melakukan tindakan tidak terpuji seperti mencontek, menyuap, menteror, mengancam, dan lain-lain.
Ukuran sukses lainnya adalah masa studi. Kalau setiap semester anda sukses seluruh mata kuliah dan meraih nilai minimal B, dijamin lulus tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat. Jangan main-main dengan masa studi…! Lamanya waktu studi sekarang juga dimasukkan sebagai syarat penerimaan calon karyawan, selain IPK. Lamanya waktu studi juga berkaitan dengan menurunnya semangat belajar, hasil survey saya menunjukkan mahasiswa yang mengulang berkali-kali atau perbaikan prestasinya justru lebih buruk daripada yang masih fresh from the oven. Jadi alih-alih memperbaiki nilai agar lebih bagus, malah hasilnya sering lebih buruk karena tidak serius belajar (nggampangke), dan terancam menjadi mahasiswa abadi.
Di artikel pertama ini sengaja saya tidak mencantumkan secara spesifik angka-angka kuantitatif sebagai tolok ukur kesuksesan, karena setiap mahasiswa punya keterbatasan sendiri-sendiri. Tetapi batas atasnya (“ukuran terbaik”) harus diketahui, yaitu lulus tepat waktu 4 tahun untuk Program S–1 dengan 8 semester dan IPK = 4.0 yang berarti semua nilai mata kuliah termasuk Tugas Akhir harus “A”.
Ok…! Sekarang anda sudah bisa mulai merencanakan tingkat kesuksesan seperti apa yang anda harapkan, dan saya akan menuntun untuk meraihnya. Untuk itu baca artikel saya berikutnya di Merencanakan strategi belajar di PT.

Komentar terkini